Smartfren Run 2026 Kelola 2,19 Ton Sampah Tanpa Mengirimnya ke TPA
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 18:50 WIB | Oleh: Haryo BronoBerdasarkan data pengelolaan sampah, total sampah yang dihasilkan Smartfren Run 2026 mencapai 2.190,1 kilogram. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,19 ton atau 54,2 persen disalurkan untuk proses daur ulang.
Sebanyak sekitar 370 kilogram atau 16,9 persen sampah diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan melalui budidaya BSF. Sementara itu, sekitar 634 kilogram atau 29 persen sampah residu diproses menjadi RDF.
Dengan pembagian tersebut, seluruh atau 100 persen sampah yang dihasilkan selama Smartfren Run 2026 berhasil dialihkan dari TPA.
Pengelolaan sampah terintegrasi tersebut juga menghasilkan dampak lingkungan yang terukur. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, upaya tersebut berhasil mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 3.996 kilogram CO₂e atau hampir 4 ton CO₂e.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kolaborasi Menjadi Kunci
Pengelolaan sampah dalam event berskala besar membutuhkan sistem yang dirancang sejak awal. Prosesnya tidak hanya mengandalkan pengolahan setelah acara selesai, tetapi juga membutuhkan keterlibatan peserta dan seluruh pihak yang berada di lokasi kegiatan.
Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengatakan pengelolaan sampah dalam kegiatan berskala besar perlu dipersiapkan sejak tahap perencanaan.
"Pengelolaan sampah pada event berskala besar membutuhkan sistem yang dirancang sejak awal. Kolaborasi bersama Smartfren menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur," kata Pandu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, pemilahan sampah dari sumber menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan material dapat diolah sesuai dengan jenis dan karakteristiknya. Langkah tersebut juga membantu meningkatkan peluang sampah untuk masuk ke dalam sistem ekonomi sirkular.
Penerapan Zero Waste to Landfill dalam Smartfren Run 2026 menjadi bagian dari strategi keberlanjutan XLSmart yang diterapkan dalam berbagai aktivitas perusahaan. Prinsip tersebut tidak hanya diarahkan pada operasional bisnis, tetapi juga pada kegiatan yang melibatkan pelanggan dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, XLSmart berupaya menunjukkan bahwa penyelenggaraan event olahraga dengan jumlah peserta yang besar tetap dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Smartfren Run 2026 juga memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak harus berhenti pada upaya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Dengan perencanaan, pemilahan sejak sumber, kolaborasi dengan pengelola sampah, serta jalur pengolahan yang jelas, material yang dihasilkan dari sebuah event dapat dialihkan dari TPA dan sebagian diolah kembali menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna.
Bagi penyelenggara event, pendekatan tersebut dapat menjadi contoh bahwa aspek keberlanjutan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan berskala besar melalui indikator yang konkret dan terukur. Di sisi lain, keterlibatan peserta dan seluruh pihak yang berada di lokasi acara tetap menjadi faktor penting untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan secara efektif.
Melalui Smartfren Run 2026, XLSmart menunjukkan bahwa prinsip Zero Waste to Landfill dapat diterapkan dalam kegiatan olahraga berskala besar, sekaligus membuka ruang bagi penyelenggara event lainnya untuk mengembangkan praktik pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan mendukung ekonomi sirkular.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!