Pemkot Bandung: Kolaborasi Lintas Komunitas Jadi Modal Kuat Tekan Ketimpangan Sosial
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 15:45 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan Masyarakat Tionghoa Peduli menyalurkan bantuan sosial kepada lima lembaga kesejahteraan sosial dan pondok pesantren di Kota Bandung sebagai wujud kepedulian lintas komunitas.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di Kota Bandung. Menurut dia, bantuan sosial memiliki peran penting, tetapi harus dibarengi dengan upaya jangka panjang untuk mengurangi ketimpangan.
"Kemiskinan dan ketimpangan itu bukan persoalan nasib atau takdir, melainkan persoalan yang bersifat struktural. Karena itu kita harus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan memperoleh masa depan yang lebih baik, dimulai dari pendidikan," ujar Wali Kota Farhan di Pendopo, Minggu (26/7).
Wali Kota Farhan menjelaskan, salah satu indikator yang menjadi perhatian Pemkot Bandung adalah gini ratio yang masih berada di angka 0,42, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,36.
Karena itu, Pemkot Bandung menargetkan penurunan angka ketimpangan secara bertahap hingga mencapai rata-rata nasional pada 2029.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, pemerataan kesejahteraan tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga harus didukung pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, administrasi kependudukan, hingga sanitasi yang layak.
Ia mengungkapkan, dari hasil kunjungannya ke berbagai kelurahan masih ditemukan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan karena berbagai kendala.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai alternatif pendidikan bagi anak-anak yang tidak dapat masuk ke jalur sekolah formal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Pemkot Bandung juga terus memperkuat layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), mempercepat kepemilikan dokumen administrasi kependudukan bagi masyarakat, serta meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan sebagai bagian dari upaya menekan ketimpangan.
Wali Kota Farhan mengapresiasi kepedulian Masyarakat Tionghoa Peduli yang secara konsisten berkontribusi dalam kegiatan sosial di Kota Bandung.
"Semangat kepedulian seperti inilah yang membuat saya yakin Bandung adalah kota yang kuat karena kolaborasi. Ketika masyarakat bergerak bersama pemerintah, manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh warga yang membutuhkan," kata dia.
Sementara itu, Koordinator Bakti Sosial Masyarakat Tionghoa Peduli, Djoni Toat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen paguyuban Masyarakat Tionghoa Peduli dalam membantu masyarakat tanpa memandang latar belakang.
Ia menjelaskan, Masyarakat Tionghoa Peduli merupakan paguyuban yang menghimpun sejumlah yayasan sosial dengan tujuan memperluas kegiatan kemanusiaan di Kota Bandung.
Selain bakti sosial, komunitas tersebut juga telah menjalankan berbagai program sosial, termasuk penyaluran bantuan kain kafan bagi masyarakat yang membutuhkan selama sekitar 10 tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!