Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Perlu Percepat Pengembangan Kawasan TOD

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Perlu Percepat Pengembangan Kawasan TOD Doc: istimewa
Ket. Ekonomi Terpadu - Kawasan Terintegrasi Perkuat Pertumbuhan Daerah

Dengan perencanaan yang terintegrasi, TOD berpotensi menjadi motor pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Jakarta – Pemerintah didorong mempercepat pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) sebagai strategi menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan transportasi publik. Selain meningkatkan konektivitas dan efisiensi mobilitas, pengembangan TOD dinilai mampu menarik investasi, meningkatkan nilai kawasan, serta menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar simpul transportasi.

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, menilai kawasan berbasis TOD berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi karena mampu mengintegrasikan sistem transportasi, aktivitas bisnis, dan pengembangan kawasan dalam satu ekosistem. Menurutnya, konsep TOD mengubah fungsi stasiun dari sekadar tempat naik dan turun penumpang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang bernilai tinggi.

"Dalam skala meso hingga mikro, kawasan TOD dirancang sebagai unit kawasan fungsional yang bernilai ekonomi tinggi. TOD mengubah stasiun yang semula hanya tempat naik-turun penumpang menjadi hub aktivitas ekonomi sentral," ujar Djoko di Jakarta.

Ia menjelaskan, kawasan TOD dapat memangkas jarak tempuh dan waktu perjalanan sehingga memperlancar mobilitas tenaga kerja, pelaku usaha, serta konsumen. Efisiensi tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan.

Selain itu, pengembangan properti, ruang komersial, pusat ritel, hingga skema penyewaan ruang usaha di sekitar stasiun dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi operator transportasi maupun pemerintah daerah.

Djoko menambahkan, tingginya aksesibilitas kawasan TOD juga berpotensi meningkatkan nilai tanah dan properti (Land Value Capture/LVC). Kenaikan nilai tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah melalui pajak maupun retribusi untuk mendukung pembiayaan infrastruktur publik.

Di sisi lain, masyarakat juga diuntungkan karena berkurangnya biaya transportasi, konsumsi bahan bakar, dan perawatan kendaraan pribadi. Penghematan tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih produktif sehingga memperkuat aktivitas ekonomi.

Saling Mendukung

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur harus dilakukan dengan pendekatan pengembangan kawasan yang terintegrasi, bukan sekadar membangun proyek secara terpisah.

"Kita harus membangun kawasan, bukan sekadar membangun proyek. Infrastruktur yang dibangun harus saling terhubung, saling mendukung, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata AHY di Jakarta.

AHY menjelaskan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mengoordinasikan lima kementerian teknis agar pembangunan infrastruktur berjalan secara terpadu dan mendukung pengembangan kawasan.

Sebagai implementasi, pemerintah mendorong konsep aglomerasi polisentris, yakni pengembangan sejumlah pusat pertumbuhan yang memiliki keunggulan masing-masing namun saling terhubung melalui jaringan transportasi, logistik, dan rantai nilai ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat konektivitas antardaerah, mengoptimalkan simpul logistik seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati, serta mengembangkan kawasan industri, pariwisata, agribisnis, dan sentra pangan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Bekasi Gencarkan Gerakan Bersih Sungai

28 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Bekasi Gencarkan Gerakan Be...
Megapolitan
Tak Ada Impunitas bagi Kasa...
Luar Negeri
Filipina Diguncang Ledakan ...
Nasional
Pemerintah Didorong Perkuat...

Regulasi AI Perlu Masuk Pemilu

38 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Regulasi AI Perlu Masuk Pemilu
Olahraga
Lando Norris Panaskan Persa...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Kunci Skuad Garuda Atasi Kamboja, Bung Kusnaeni Beri Masukan Begini!

Kunci Skuad Garuda Atasi Kamboja, Bung Kusnaeni Beri Masukan Begini!

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.