IHSG Hari Ini Melemah, Pasar Tahan Napas Menanti Putusan The Fed
📅 Selasa, 28 Jul 2026, 20:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan sikap hati-hati investor yang memilih menunggu kejelasan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Ketidakpastian mengenai prospek pelonggaran moneter di Amerika Serikat (AS) mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.
Selama sinyal kebijakan global belum jelas, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal di samping fundamental ekonomi domestik.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7) sore, ditutup melemah 55,19 poin atau 0,89 persen ke posisi 6.130,59 di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,53 poin atau 0,74 persen ke posisi 608,03.
Sebaiknya Anda baca juga:
"IHSG berlanjut melemah di tengah tekanan depresiasi Rupiah,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, harga minyak mentah berlanjut mengalami koreksi setelah diberitakan terjadi pembicaraan antara Iran, Arab Saudi dan Oman mengenai jalur pelayaran Selat Hormuz pada Selasa (28/7) hari ini.
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dijadwalkan pada Rabu (28/07) malam ini, yang mana konsensus memperkirakan suku bunga acuan seiring inflasi AS yang mulai melandai dan penurunan harga minyak mentah global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, nilai tukar Rupiah kembali ditutup melemah 0.41 persen pada level Rp18,083 per dolar AS di pasar spot, atau mendekati level terendah sepanjang masa di level Rp18.190 per dolar AS.
Ratna mengatakan, berlanjutnya tekanan terhadap Rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal dan domestik, yang mana dari eksternal, dipengaruhi oleh berlanjutnya penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan The Fed pada pekan ini.
"Investor masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif berikutnya yang dinilai dapat berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral ke depannya," ujar Ratna,
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor barang sektor konsumen primer yang naik sebesar 0,43 persen.
Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,78 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 1,59 persen dan 0,93 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!