Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satwa Endemik Australia Terekam dalam Kain Songket Lombok Timur

📅 Senin, 27 Jul 2026, 13:12 WIB | Oleh:
Satwa Endemik Australia Terekam dalam Kain Songket Lombok Timur Doc: ist
Ket. kekayaan daerah

MATARAM – Dalam selembar kain songket asal Kabupaten Lombok Timur dari akhir abad ke-19 merekam motif satwa endemik Australia. Kain itu disimpan dalam Museum NTB. Kepala Museum Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Nuralam, mengungkapkan ini temuan menarik. 

"Masyarakat Lombok sudah punya koneksi dengan dunia internasional yang dituangkan ke dalam seutas kain tenun, akhir abad 19," kata Ahmad Nuralam di Mataram, Senin.

Motif satwa endemik Australia adalah Burung Kecapi atau Lyrebird. Tenun berusia sekitar dua abad itu terbuat dari benang sutera dengan teknik songket yang diperuntukkan sebagai kelengkapan upacara adat dan keagamaan.

Berdasarkan kajian Museum NTB, motif kain Dodot Songket tersebut mengandung makna yang berisi harapan bahwa orang yang memakai mendapatkan kebahagiaan dan perlindungan.

Tenun itu diperkirakan berasal dari era Kerajaan Karang Asem Cakranegara dan menjadi salah satu artefak yang telah menghuni Museum NTB selama lebih dari empat dekade.

Nuralam mengatakan motif kain Dodot Songket tersebut awalnya diyakini sebagai gambar burung merak. Kemudian pameran yang berlangsung sekitar dua tahun lalu lantas membalikkan persepsi tentang motif songket.

Seorang kurator emeritus bidang seni-budaya Asia Tenggara pada Museum & Art Gallery of the Northern Territory (MAGNT) Australia James Bennett sempat berdebat dengan pihak Museum NTB tentang motif tersebut.

Ia seketika mengetik kata kunci Lyrebird di halaman pencarian Google, lalu memperlihatkan gambar burung itu yang tampak sama persis dengan motif Dodot Songket.

Perubahan identifikasi tersebut menunjukkan bahwa kajian terhadap warisan kebudayaan terus berkembang dinamis seiring kehadiran temuan dan perspektif baru.

James menegaskan temuan tersebut menjadi petunjuk adanya hubungan budaya dan perdagangan antara Lombok dan Australia yang telah terjalin sejak lebih dari satu abad silam.

"Kain itu berasal dari akhir abad ke-19. Jadi, kami tahu ada gambar hewan Australia disebarkan di Lombok hampir 200 tahun lalu," ucapnya.

Lebih lanjut James menyampaikan temuan semakin menarik lantaran gambar burung pada kain Dodot Songket justru mengikuti ilustrasi awal yang dibuat orang-orang Eropa.

Mereka belum pernah melihat langsung Burung Kecapi dan hanya menggambarkannya berdasarkan cerita para pelaut.

Motif tenun Dodot Songket ikut mengulang kesalahan gambar tersebut. James menyakini penenun kemungkinan tidak pernah melihat Burung Kecapi secara langsung, melainkan mencontoh ilustrasi yang beredar melalui gambar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bukan Modal, DKUM Depok Ung...
Nasional
KAI Commuter “Blacklist�...

Kanye West Bakal Gelar Konser di Jakarta

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Kanye West Bakal Gelar Kons...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

27 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.