Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PTPN I Percepat Transisi Energi Berbasis Bioenergi

📅 Minggu, 26 Jul 2026, 12:30 WIB | Oleh:
PTPN I Percepat Transisi Energi Berbasis Bioenergi Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menegaskan komitmennya dalam mempercepat transisi energi nasional melalui pengembangan bioenergi berbasis potensi perkebunan. 

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, saat menjadi pembicara pada seminar internasional “Biomethane to LNG: Green Transition Towards Net Zero in ASEAN” yang diselenggarakan Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) bekerja sama dengan ASEAN Centre for Energy (ACE), di Jakarta, akhir pekan lalu.

Forum yang dihadiri pemangku kepentingan sektor energi, pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan organisasi profesi dari berbagai negara ASEAN tersebut menjadi wadah strategis untuk membahas percepatan transisi menuju energi rendah karbon melalui pengembangan biomethane dan bioenergi.

Dalam paparannya, Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pemain utama bioenergi di kawasan ASEAN. Menurutnya, kekuatan sektor perkebunan nasional harus dioptimalkan sebagai fondasi pengembangan energi baru terbarukan yang mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE).

“Transisi energi tidak dapat bertumpu pada satu sumber energi saja. Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan bioenergi berbasis biomethane maupun bioetanol secara paralel sehingga mampu menciptakan sistem energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya domestik,” ujar Abdul Rivai Ras dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Ia menjelaskan, PTPN I melalui anak usaha Energi Agro Nusantara (ENERO) terus memperkuat pengembangan bioetanol berbahan baku molases tebu sebagai bagian dari strategi hilirisasi perkebunan. Saat ini ENERO memiliki kapasitas produksi sekitar 100 kiloliter per hari yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi, alkohol industri, karbon dioksida (CO₂) food grade, hingga pupuk organik melalui penerapan konsep zero waste industry.

Menurut Abdul Rivai Ras, model bisnis tersebut menunjukkan bahwa sektor perkebunan tidak hanya menghasilkan komoditas primer, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi hilirisasi yang mendukung ekonomi sirkular dan pembangunan rendah karbon.

“Setiap produk samping kami manfaatkan kembali sehingga menciptakan efisiensi, mengurangi limbah, sekaligus menghasilkan energi bersih. Inilah transformasi yang sedang dibangun PTPN I untuk menghadirkan industri perkebunan yang semakin modern dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan pengembangan bioenergi nasional saat ini bukan semata pada aspek teknologi maupun kapasitas produksi, melainkan pada kepastian pasar dan kebijakan yang mampu mendorong percepatan investasi.

Menurutnya, mandat pemanfaatan bioenergi secara berkelanjutan akan memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sebagai bagian dari implementasi strategi tersebut, PTPN I telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dalam penyediaan bioetanol untuk mendukung pengembangan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan juga terus memperluas kapasitas produksi sebagai bentuk kesiapan mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan energi baru terbarukan.

Abdul Rivai Ras menegaskan bahwa PTPN I memandang transisi energi sebagai bagian dari transformasi korporasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.

“PTPN I berkomitmen menjadi bagian dari solusi ketahanan energi Indonesia melalui pengembangan bioenergi berbasis sumber daya perkebunan. Dengan memperkuat hilirisasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor, kami optimistis bioenergi akan menjadi salah satu pilar penting menuju ekonomi hijau dan masa depan energi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui partisipasi aktif dalam forum regional tersebut, PTPN I kembali menegaskan posisinya sebagai BUMN perkebunan yang tidak hanya bertransformasi dalam aspek bisnis, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mendorong agenda transisi energi nasional dan memperkuat kerja sama menuju ekosistem energi hijau di kawasan ASEAN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.