Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota Bandung Sebut Zakat Jadi Instrumen Kurangi Ketimpangan Sosial

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 14:48 WIB | Oleh:
Wali Kota Bandung Sebut Zakat Jadi Instrumen Kurangi Ketimpangan Sosial  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen nyata dalam mengurangi ketimpangan sosial sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri penyerahan simbolis bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung periode Juli 2026 di Masjid Al-Ukhuwwah, Rabu (22/7).

Pada kesempatan tersebut, Baznas Kota Bandung menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.260 penerima manfaat dengan nilai distribusi mencapai sekitar Rp1,1 miliar, yang berasal dari penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah pada periode Juli 2026.

Wali Kota Farhan mengapresiasi kinerja Baznas Kota Bandung yang dinilai konsisten mendukung berbagai program sosial Pemerintah Kota Bandung. Menurut dia, pengelolaan zakat yang transparan dan tepat sasaran mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Program ini rutin kita laksanakan dan alhamdulillah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Saya juga mengapresiasi Baznas Kota Bandung, Kementerian Agama, serta seluruh Pemerintah Kota Bandung yang telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan penghimpunan dan penyaluran zakat," ujar Wali Kota Farhan.

Ia menjelaskan, bantuan kemanusiaan harus difokuskan pada pemenuhan tiga kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesejahteraan hidup, akses pendidikan, dan layanan kesehatan.

"Tiga hal inilah yang harus menjadi prioritas ketika kita menyalurkan bantuan kemanusiaan. Masyarakat yang benar-benar membutuhkan harus dipastikan memperoleh akses terhadap kebutuhan hidup, pendidikan, dan pelayanan kesehatan," kata dia.

Selain bantuan sosial, Wali Kota Farhan juga menekankan pentingnya program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat mampu mandiri.

Menurut dia, bantuan modal usaha tidak boleh hanya meningkatkan daya beli sesaat, tetapi harus mampu menghasilkan peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.

"Bantuan pemberdayaan harus melahirkan kemandirian. Bantuan modal usaha harus dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar meningkatkan konsumsi," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Farhan turut mengingatkan masyarakat mengenai bahaya maraknya judi online dan pinjaman online ilegal yang semakin banyak menjerat masyarakat.

Ia menilai penguatan literasi digital dan literasi keuangan menjadi salah satu solusi penting untuk mencegah persoalan tersebut.

"Saat ini tantangan terbesar bukan hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun literasi digital dan literasi keuangan. Banyak masyarakat yang akhirnya terjebak pinjaman online bahkan judi online karena kurangnya pemahaman dalam mengelola keuangan dan menggunakan teknologi secara bijak," ungkap dia.

Farhan juga menegaskan bahwa zakat memiliki peran berbeda dengan pajak. Menurut dia, zakat bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bentuk ibadah yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Wali Kota Bogor Paparkan St...
Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.