Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perundungan dan Kekerasan Anak Terus Diupayakan untuk Ditekan

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 12:12 WIB | Oleh:
Perundungan dan Kekerasan Anak Terus Diupayakan untuk Ditekan Doc: ist
Ket. cegah perundungan

JAKARTA – Kekerasan dan perundungan terhadap anak-anak terus diupayakan untuk ditekan. Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Timur terus memperkuat edukasi di lingkungan sekolah sebagai upaya pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying) terhadap anak.

"Secara rutin kami terjun ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dan penguatan terhadap bahaya bullying dan kekerasan yang terjadi pada anak-anak," kata Kepala Sudin PPAPP Jakarta Timur Ferlina Kirtiasih saat kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurut Ferlina, edukasi dilakukan untuk membangun kesadaran sejak dini agar anak-anak memahami berbagai bentuk kekerasan dan berani menolak tindakan perundungan.

Apalagi, keterlibatan sekolah menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Oleh karena itu, Sudin PPAPP tidak hanya memberikan pemahaman kepada peserta didik, tetapi juga mendorong sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kekerasan, baik yang terjadi di lingkungan sekolah, keluarga, maupun melalui media digital.

"Kami lakukan itu dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) maupun kegiatan lainnya yang diadakan di sekolah-sekolah, seperti apel hari Senin, pembinaan ke pengurus Osis/Pramuka, dan lainnya," ujar Ferlina.

Berdasarkan data Sudin PPAPP, sepanjang 2025 terdapat 578 korban kekerasan yang ditangani. Sementara pada periode Januari hingga Juni 2026, jumlah korban mencapai 281 orang.

Pada 2025, korban terdiri atas 46,1 persen perempuan dewasa, 37 persen anak perempuan, dan 17 persen anak laki-laki. Sedangkan pada Januari hingga Juni 2026, 50 persen perempuan dewasa, 29,8 persen anak perempuan, dan 20,2 persen anak laki-laki.

Ferlina menjelaskan, pada 2025, kasus masih didominasi kekerasan terhadap anak, sedangkan pada semester pertama 2026 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan proporsi yang relatif seimbang.

Sebaiknya Anda baca juga:

Lalu, jika dilihat berdasarkan jenis kasus, kekerasan seksual masih menjadi bentuk kekerasan yang paling banyak dialami anak di Jakarta Timur.

Pada 2025, anak korban kekerasan seksual mencapai 20,6 persen, disusul anak korban kekerasan psikis sebesar 10,2 persen, anak korban kekerasan fisik 8,2 persen, dan anak korban KDRT sebesar 4,2 persen. Selain itu, masih ditemukan kasus anak korban perundungan, serta berbagai bentuk kekerasan lainnya.

Lalu, pada Januari hingga Juni 2026, anak korban kekerasan seksual masih menempati urutan tertinggi dengan 17,9 persen. Berikutnya, anak korban kekerasan psikis 10,7 persen, anak korban kekerasan fisik 7,2 persen, anak korban KDRT 6,3 persen, serta anak korban perundungan sebesar 3 persen.

Sudin PPAPP juga mencatat munculnya kasus kekerasan berbasis online atau elektronik terhadap anak.

"Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak yang paling banyak dialami di Jakarta Timur adalah anak korban kekerasan seksual, kemudian disusul anak korban kekerasan psikis, anak korban KDRT, dan anak korban perundungan," jelas Ferlina.

Dia mengimbau, masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya kekerasan terhadap anak maupun perempuan agar korban dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan secepat mungkin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Usai Dugaan Korupsi, BGN Di...
Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.