Batu Saluran Kemih Bisa Ditangani Minim Sayatan, Kenali Teknologi Terbarunya
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 19:17 WIB | Oleh: Haryo BronoUntuk batu ginjal berukuran besar atau kompleks, dokter dapat mempertimbangkan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) atau Mini-PCNL. Prosedur ini dilakukan melalui sayatan berukuran kecil pada kulit untuk mengakses dan mengeluarkan batu dari ginjal.
Perkembangan teknologi endourologi juga menghadirkan penggunaan Thulium Fibre Laser, yaitu teknologi laser yang dapat digunakan untuk menghancurkan batu secara efektif. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu mempercepat proses tindakan pada kondisi tertentu.
Selain itu, penggunaan sistem suction modern dapat membantu menjaga tekanan di dalam ginjal selama prosedur. Teknologi ini diharapkan dapat membantu menurunkan risiko komplikasi infeksi dan mendukung proses pemulihan pasien.
Pencegahan Kekambuhan Menjadi Bagian Penanganan
Sebaiknya Anda baca juga:
Penanganan batu saluran kemih tidak berhenti setelah batu berhasil dikeluarkan. Risiko kekambuhan menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan. Karena itu, pasien perlu menjalani evaluasi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terbentuknya batu. Evaluasi metabolik dapat dilakukan untuk membantu menentukan strategi pencegahan yang sesuai.
"Pengobatan tidak berhenti setelah batu berhasil dikeluarkan. Kami juga melakukan evaluasi metabolik untuk mengetahui penyebab pembentukan batu sehingga kekambuhan dapat dicegah. Minum air putih yang cukup, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana yang sangat berperan dalam mencegah batu terbentuk kembali," ujar Teguh.
Perempuan Lebih Berisiko Mengalami ISK
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga mengingatkan masyarakat mengenai infeksi saluran kemih (ISK), yang lebih sering dialami perempuan dibandingkan laki-laki. Menurutnya, perempuan memiliki saluran kemih yang lebih pendek sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi.
"Saluran kemih perempuan hanya sekitar dua sampai tiga sentimeter sehingga bakteri lebih mudah masuk, baik dari area genital maupun anus," ungkap Teguh.
Kebiasaan menahan buang air kecil juga dapat meningkatkan risiko infeksi. Risiko tersebut dapat semakin meningkat pada perempuan yang telah memasuki masa menopause. Penurunan hormon estrogen pada masa menopause dapat menyebabkan lapisan pelindung saluran kemih menipis sehingga bakteri lebih mudah menginfeksi kandung kemih maupun saluran kemih.
Penanganan ISK juga dapat berbeda antara perempuan pramenopause dan pascamenopause. Pada perempuan pramenopause, keberadaan bakteri dalam urine yang disertai gejala umumnya memerlukan pengobatan. Sementara pada sebagian perempuan pascamenopause, keberadaan bakteri tanpa gejala belum tentu memerlukan terapi antibiotik.
Gejala ISK yang perlu diwaspadai antara lain rasa nyeri atau terbakar ketika buang air kecil, anyang-anyangan, frekuensi buang air kecil yang meningkat, urine keruh atau bercampur darah, hingga nyeri di bagian bawah perut.
Pada tahap awal, keluhan dapat dibantu dengan meningkatkan konsumsi air putih dan tidak menahan buang air kecil. Namun, apabila keluhan tidak membaik dalam dua hari, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter agar infeksi tidak berkembang dan menyebar ke ginjal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!