Tak Lagi Sekolah Siang, SD Inpres Naimata Bangkit Berkat Program Revitalisasi Pendidikan Presiden Prabowo.
📅 Rabu, 22 Jul 2026, 11:52 WIB | Oleh: Yebdi TrismarJumlah PID di sekolah itu baru lima unit, jumlah tersebut dirasa belum maksimal, karena rombongan belajarnya ada 22 unit.
Keterlibatan orang tua
Revitalisasi SD Inpres Naimata bukan hanya cerita tentang hadirnya negara melalui Program Revitalisasi Pendidikan. Di balik bangunan sekolah yang kini berdiri lebih kokoh, tersimpan pula semangat gotong royong para orang tua murid.
Pembangunan ruang kelas dan berbagai fasilitas utama memang dibiayai pemerintah. Namun, ketika halaman sekolah masih berupa tanah dan belum seluruhnya tertata, para orang tua memilih ikut mengambil bagian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka bersepakat mengumpulkan dana secara swadaya untuk memasang paving block di lingkungan sekolah. Sedikit demi sedikit, iuran dikumpulkan hingga mencapai sekitar Rp200 juta.
Bagi para orang tua, halaman sekolah yang rapi bukan sekadar pelengkap bangunan baru. Mereka ingin anak-anak belajar di lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.
“Kini, halaman yang dahulu berdebu saat kemarau dan becek ketika hujan telah berubah menjadi hamparan paving block yang memudahkan siswa berkegiatan. Anak-anak dapat berbaris saat upacara, bermain ketika jam istirahat, maupun berjalan menuju ruang kelas tanpa harus menghindari genangan air atau debu yang beterbangan,” cerita Ketua Komite SD I Naimata Siprianus Damai Nar.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Ernerst Ludji menilai semangat itu menjadi bukti bahwa membangun pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Sebab ketika negara menghadirkan ruang belajar yang layak, masyarakat ikut melengkapinya dengan kepedulian dan gotong royong.
“Ini merupakan bukti bahwa pembangunan sekolah tidak sepenuhnya mengandalkan dana dari pemerintah. Karena orang tua juga punya andil untuk pembangunan sekolah,” ujar dia.
Pembangunan SDM
Bagi sebagian orang, revitalisasi sekolah mungkin hanya terlihat sebagai pembangunan gedung baru. Dinding dicat kembali, atap diperbaiki, ruang kelas diperluas, dan fasilitas belajar dilengkapi.
Namun, maknanya jauh lebih besar dari sekadar perubahan fisik, seperti yang diungkapkan Direktur Ekosistem Media Komdigi Farida Dewi Maharani kepada wartawan yang mengikuti kunjungan jurnalistik ke SD Inpres Naimata, Selasa, 21 Juli.
"Bagi kami, revitalisasi pendidikan bukan hanya soal membangun gedung sekolah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak bisa belajar lebih nyaman, guru mengajar lebih baik, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya," kata Farida.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!