Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Lagi Sekolah Siang, SD Inpres Naimata Bangkit Berkat Program Revitalisasi Pendidikan Presiden Prabowo.

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 11:52 WIB | Oleh:

Suasana sekolah pun berubah. Guru dapat mengatur pembelajaran lebih efektif. Anak-anak lebih segar mengikuti pelajaran karena belajar sejak pagi. Seusai sekolah, mereka masih memiliki cukup waktu bermain, membantu orang tua, maupun mengulang pelajaran di rumah.

Bagi Ricky, perubahan itu membuatnya lebih mudah berkonsentrasi.

"Kalau pagi, badan masih segar jadi lebih semangat belajar," katanya.

Radja merasakan hal yang sama. Ia kini tidak lagi khawatir pulang saat hari mulai gelap.

"Senang sekolahnya sudah bagus. Sekarang pulangnya masih siang," ujarnya.

Perubahan yang mereka rasakan mungkin terlihat sederhana. Sebuah gedung baru, ruang kelas yang lebih layak, dan jadwal belajar yang kembali normal.

Namun, bagi anak-anak seperti Ricky dan Radja, perubahan itu berarti kesempatan untuk belajar dengan lebih nyaman dan aman.

Di balik bangunan sekolah yang berdiri lebih kokoh, tersimpan harapan agar anak-anak dapat mengejar cita-cita tanpa lagi dibatasi oleh ruang kelas yang sempit atau waktu belajar yang tidak ideal.

Bagi Ricky dan Radja, sekolah bukan lagi tempat yang membuat mereka harus menunggu giliran belajar hingga sore.

Kini, sekolah menjadi tempat yang memberi semangat untuk datang setiap pagi, bersama teman-teman, menata mimpi yang mereka yakini bisa diraih.

Memori tentang ruang kelas lama masih lekat di benak Ricky dan Radja. Bangunannya mulai menua, cat dinding kusam, dan cahaya matahari sulit menembus ruangan karena jendela yang kecil serta sebagian sudah rusak.

Saat pelajaran berlangsung, suasana kelas terasa redup sehingga lampu harus dinyalakan meski masih siang.

Sirkulasi udara pun kurang baik. Ketika cuaca Kota Kupang terasa panas, ruang kelas menjadi pengap. Anak-anak sering mengipas wajah dengan buku tulis agar tetap nyaman mengikuti pelajaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.