Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hindari Risiko Kerusakan Barang, J&T Cargo Bagikan 7 Tips Packing Sebelum Mengirim.

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 16:02 WIB | Oleh:
Hindari Risiko Kerusakan Barang, J&T Cargo Bagikan 7 Tips Packing Sebelum Mengirim. Doc: J&T Cargo
Ket. Kesalahan saat packing bisa menyebabkan barang rusak dalam perjalanan. J&T Cargo membagikan tujuh langkah praktis untuk memastikan paket lebih aman hingga tiba di tujuan.

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam mengirim berbagai jenis barang, mulai dari perlengkapan rumah tangga, produk UMKM, hingga barang pecah belah, proses packing menjadi salah satu faktor penting dalam membantu menjaga keamanan barang selama pengiriman.

Kerusakan barang saat proses pengiriman masih menjadi salah satu kekhawatiran yang sering dialami masyarakat, terutama ketika mengirim barang pecah belah seperti peralatan makan, keramik, kaca, hingga barang elektronik. Selain faktor distribusi, kualitas packing juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kondisi barang selama perjalanan.

Kesalahan seperti menggunakan kardus yang tidak sesuai ukuran, membungkus barang dengan pelindung yang minim, atau membiarkan ruang kosong di dalam kemasan dapat menyebabkan barang lebih rentan terhadap benturan. Oleh karena itu, proses packing menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kondisi barang hingga sampai ke tangan penerima.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengiriman yang aman, J&T Cargo membagikan beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan sebelum mengirim barang mudah pecah maupun barang yang memerlukan perlindungan ekstra.

"Banyak risiko kerusakan barang sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kemasan yang tepat. Karena itu, penting bagi pengirim untuk menyesuaikan metode packing dengan karakteristik barang yang akan dikirim agar perlindungan yang diberikan dapat lebih optimal," ujar Muhammad Danu Permadi selaku Network Traning Supervisor J&T Cargo Indonesia.

20260722160222_7-TIPS-PACKING-AMAN.jpg

Berikut tujuh langkah yang dapat diterapkan sebelum mengirim barang:

1. Gunakan Bubble Wrap Secara Menyeluruh

Pastikan seluruh permukaan barang terlindungi, terutama bagian sudut dan sisi yang rentan terhadap benturan.

2. Pilih Kardus yang Kokoh dan Sesuai Ukuran Barang

Gunakan kardus yang proporsional agar barang tidak memiliki ruang gerak berlebih selama proses pengiriman.

3. Isi Ruang Kosong di Dalam Kardus

Tambahkan foam, kertas, atau bubble wrap sebagai bantalan agar posisi barang tetap stabil selama perjalanan.

4. Berikan Perlindungan Ekstra pada Bagian yang Rentan

Bagian seperti pegangan, sudut, atau permukaan kaca memerlukan lapisan pelindung tambahan untuk mengurangi risiko benturan.

5. Rekatkan Kardus Menggunakan Lakban yang Kuat

Pastikan seluruh sisi kardus tertutup rapat untuk menjaga kekuatan kemasan selama proses pengiriman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.