Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Langkah BI Perkuat Penanganan Penipuan Online

📅 Senin, 28 Sep 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiga Langkah BI Perkuat Penanganan Penipuan Online Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Penipuan online.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memandang lintas pemangku kepentingan perlu memperkuat tiga aspek dalam penanganan penipuan online, yakni keterhubungan informasi, respons terhadap eskalasi insiden, serta kejelasan peran dan akuntabilitas.

Kepala Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen BI Sally M Hutapea dalam Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta, Senin (28/9), mengatakan bahwa dalam praktiknya masih terdapat tantangan dalam koordinasi penanganan insiden penipuan online.

Meskipun telah terdapat satuan tugas dan kanal koordinasi, mekanisme pertukaran informasi yang efektif ketika insiden terjadi secara tiba-tiba masih perlu diperkuat.

“Dalam praktiknya memang kadang-kadang kita masih suka bingung. Walaupun kita sudah punya Satgas atau channel untuk koordinasi, tapi dalam kondisi tiba-tiba ada dilaporkan, ‘Wah ada insiden atau ada penipuan’, bagaimana cara kita berkoordinasi yang efektif,” kata Sally.

Menurut dia, mekanisme koordinasi tidak seharusnya membuat seluruh pihak sibuk mengirimkan informasi dari masing-masing institusi kepada satuan tugas atau kanal koordinasi. Sebaliknya, diperlukan mekanisme pertukaran informasi yang paling efektif dan dapat digunakan ketika insiden terjadi.

Selanjutnya, respons terhadap eskalasi insiden dalam implementasi juga perlu diperkuat. Ketika ditemukan indikasi scam, Sally menekankan secara operasional harus jelas siapa yang menghubungi siapa, informasi minimum yang perlu disampaikan, kanal yang digunakan, serta pihak yang mengambil tindakan.

“Kami rasa ini masih bisa diperkuat, khususnya scam atau fraud itu sering terjadi di weekend,” kata Sally.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi tantangan ketika insiden terjadi pada akhir pekan karena diperlukan koordinasi lintas lembaga secara cepat.

Sally mencontohkan, apabila indikasi awal ditemukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mengarah ke sistem pembayaran, maka OJK perlu segera berkoordinasi dengan BI untuk menelusuri aliran dan menentukan langkah selanjutnya.

Dengan demikian, koordinasi tidak berhenti pada information sharing, tetapi juga harus memiliki mekanisme eskalasi yang cepat untuk melakukan tindakan, seperti pemblokiran dan penghentian aliran dana.

Tak hanya itu, BI juga menilai peran dan akuntabilitas masing-masing pihak perlu diperjelas. Koordinasi antarlembaga, kata Sally, tidak berarti mencampuradukkan kewenangan yang dimiliki masing-masing institusi.

Ia juga melihat penguatan koordinasi telah memperoleh momentum melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), termasuk pembentukan satuan tugas lintas otoritas dan kementerian/lembaga dalam rangka perlindungan kepentingan masyarakat.

“Karena pada akhirnya yang penting bukan banyaknya mekanisme koordinasi atau forum atau satuan tugas, tapi seberapa efektif koordinasi itu dapat bekerja ketika konsumen atau masyarakat menjadi korban,” kata Sally.

Sebagai regulator di bidang sistem pembayaran sekaligus pengawas, BI memandang terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan dalam penanganan fraud dan scam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
IHSG Anjlok 4,31 Persen Usa...

Pemkot Bandung Resmikan RTH Pasirwangi

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Resmikan RTH...
Megapolitan
BPBD: Tangerang Berpotensi ...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.