Gandeng Badan Informasi Geospasial, AirNav Indonesia Perkuat Sistem Navigasi Berbasis Satelit
📅 Selasa, 21 Jul 2026, 15:50 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasTANGERANG– Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Penguatan Sistem Navigasi Penerbangan Berbasis Satelit bersama Badan Informasi Geospasial (BIG), di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Informasi Geospasial, Mohamad Arief Syafi'i, sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan informasi geospasial dalam mendukung layanan navigasi penerbangan yang semakin aman, akurat, efisien, dan berstandar internasional.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen AirNav Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan melalui pemanfaatan teknologi dan data yang akurat.
Kerja sama ini, menurutnya, menjadi landasan bagi kedua institusi dalam mengembangkan kolaborasi di bidang pemanfaatan informasi geospasial, termasuk data koreksi Global Navigation Satellite System (GNSS) secarareal-time, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, riset, pengembangan teknologi, serta berbagai bentuk kerja sama lain yang akan dituangkan lebih lanjut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Nota Kesepahaman ini sendiri berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.
"Dalam beberapa waktu terakhir, isu gangguan GNSS menjadi perhatian global bagi industri penerbangan. Melalui kolaborasi ini, AirNav Indonesia memperkuat pemanfaatan teknologi, pengolahan data yang semakin presisi, serta sinergi dengan Badan Informasi Geospasial guna meningkatkan keandalan sistem navigasi penerbangan sekaligus menjaga keselamatan, keamanan, dan efisiensi layanan,"ujar Avirianto.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Informasi Geospasial, Mohamad Arief Syafi'i, menegaskan bahwa informasi geospasial memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung berbagai sektor strategis nasional, termasuk transportasi udara.
"Kolaborasi antara BIG dan AirNav Indonesia merupakan wujud transformasi dalam penyediaan informasi geospasial yang lebih cepat, akurat, dan evidence-based. BIG siap menjadi mitra strategis AirNav Indonesia melalui penyediaan data geospasial, pemantauan sinyal GNSS, serta pengembangan riset dan teknologi untuk memperkuat keselamatan dan keandalan navigasi penerbangan nasional,"kata Arief.
Direktur Teknik AirNav Indonesia, Zainal Arifin Harahap, menambahkan bahwa AirNav Indonesia saat ini tengah mengembangkanGNSS Monitoring Systemuntuk memantau kualitas sinyal GNSS secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial, AirNav Indonesia akan memanfaatkan data geospasial dan data koreksi GNSS secara real-time guna mengidentifikasi wilayah yang mengalami indikasi gangguan maupun yang memiliki kualitas sinyal yang baik. Langkah ini akan semakin meningkatkan keandalan layanan navigasi penerbangan,"ujar Zainal.
Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat pemanfaatan informasi geospasial sebagai salah satu fondasi penting dalam mendukung layanan navigasi penerbangan berbasis teknologi satelit.
Dengan dukungan data yang semakin akurat dan kolaborasi yang berkelanjutan, AirNav Indonesia terus memperkuat kesiapan menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang aman, efisien, dan selaras dengan perkembangan teknologi serta standar penerbangan internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!