Beban Pembiayaan Pemerintah dan Dunia Usaha Berpotensi Melonjak
📅 Selasa, 21 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiMelemahkan Rupiah
Sementara itu, pengamat kebijakan publik Fitra, Badiul Hadi, memperingatkan risiko pelemahan rupiah, arus modal keluar, hingga meningkatnya beban pembiayaan pemerintah dan dunia usaha.
“Bagi Indonesia, kebijakan itu berisiko memperlemah rupiah, memicu arus keluar modal, serta meningkatkan pembiayaan pemerintah dan dunia usaha,” kata Badiul.
Badiul menilai ketergantungan ekonomi Indonesia terhadap aliran modal global membuat setiap perubahan kebijakan moneter AS cepat berdampak ke dalam negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Akibatnya, stabilitas nilai tukar, pasar keuangan, hingga ruang fiskal nasional menjadi semakin rentan terhadap gejolak eksternal," jelasnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat ketahanan fiskal. Caranya dengan memperluas basis penerimaan negara dan memastikan setiap rupiah belanja negara menghasilkan manfaat yang terukur.
“APBN tidak boleh dibebani program berbiaya besar yang efektivitasnya belum terbukti,” tegas Badiul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badiul menegaskan, sinyal kenaikan suku bunga The Fed seharusnya menjadi peringatan bagi Indonesia, tidak bisa terus bergantung pada kondisi eksternal yang menguntungkan. “Ketahanan ekonomi hanya dapat dibangun melalui fiskal yang sehat, belanja yang efektif, dan kebijakan yang berpihak pada produktivitas jangka panjang,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!