Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yunani Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 41 Derajat Celsius

📅 Senin, 20 Jul 2026, 12:05 WIB | Oleh:
Yunani Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 41 Derajat Celsius Doc: Anadolu Agency
Ket. Yunani bersiap menghadapi puncak gelombang panas yang diperkirakan melanda pada awal pekan dengan suhu udara mencapai 41 derajat Celsius di sejumlah wilayah. Otoritas cuaca setempat memperkirakan kondisi terpanas akan terjadi pada Senin hingga Selasa sebelum suhu mulai berangsur turun pada pertengahan pekan.

JAKARTA - Yunani bersiap menghadapi puncak gelombang panas yang diperkirakan melanda pada awal pekan dengan suhu udara mencapai 41 derajat Celsius di sejumlah wilayah. Otoritas cuaca setempat memperkirakan kondisi terpanas akan terjadi pada Senin hingga Selasa sebelum suhu mulai berangsur turun pada pertengahan pekan.

Berdasarkan prakiraan Layanan Meteorologi Nasional Yunani, wilayah daratan utama dan Pulau Kreta diprediksi menjadi kawasan dengan suhu tertinggi selama periode gelombang panas tersebut. Fenomena cuaca ekstrem ini telah dimulai sejak Sabtu dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Observatorium Nasional Athena mencatat suhu di atas 40 derajat Celsius pertama tahun ini terjadi di Kota Konitsa, wilayah barat laut Yunani. Pada Sabtu, suhu di daerah tersebut mencapai 40,4 derajat Celsius dan menjadi yang tertinggi sepanjang tahun 2026.

Selain Konitsa, beberapa wilayah lain juga mengalami peningkatan suhu yang signifikan. Kota Sparta mencatat suhu 39,3 derajat Celsius, sementara Petrokefali di Pulau Kreta dan Farsala di Yunani bagian tengah sama-sama mendekati angka 39 derajat Celsius.

Kondisi cuaca diperkirakan mencapai titik paling panas pada Senin dan Selasa, dengan suhu berkisar antara 40 hingga 41 derajat Celsius di sejumlah wilayah. Setelah itu, suhu diprediksi mulai menurun lebih dulu di Yunani utara pada Rabu sebelum penurunan yang lebih merata terjadi di seluruh wilayah negara tersebut pada Kamis.

Di tengah cuaca panas ekstrem, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kebakaran hutan yang sempat terjadi di kawasan Selinia, Pulau Salamis, yang berada di sebelah barat Athena. Meski demikian, tim pemadam masih tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di lokasi tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran Yunani menyebut masih terdapat kobaran api kecil di bagian selatan area kebakaran, namun situasi berhasil dikendalikan setelah pesawat pemadam kebakaran dikerahkan. Hingga kini, otoritas memastikan tidak ada ancaman serius yang memerlukan tindakan darurat tambahan.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena api menjalar di kawasan hutan yang berdekatan dengan permukiman warga serta memiliki medan berbukit yang sulit dijangkau. Asap tebal juga sempat menyelimuti sebagian wilayah sehingga petugas terus melakukan pemantauan guna mencegah kebakaran kembali meluas.

Wali Kota Salamis, Giorgos Panagopoulos, mengatakan warga dan wisatawan yang berada di kawasan Panorama A dan Panorama B telah dievakuasi sebagai langkah antisipasi. Seluruh proses evakuasi berlangsung aman dan tidak dilaporkan adanya korban luka maupun korban jiwa.

Sementara itu, kebakaran hutan lainnya juga terjadi di kawasan berhutan dekat Rodolivoi, wilayah Serres di Yunani utara. Sebanyak 20 petugas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dengan dukungan delapan unit mobil pemadam serta truk tangki air milik pemerintah daerah untuk mengendalikan kobaran api.

Pihak berwenang menjelaskan bahwa kebakaran di Serres tidak mengancam permukiman maupun fasilitas umum karena terjadi di kawasan yang relatif jauh dari infrastruktur. Tim investigasi juga telah diterjunkan untuk menyelidiki penyebab munculnya kebakaran tersebut, sementara petugas terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan.

Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan.

20 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.