Tak Mau Panen Gagal saat Kemarau, Mentan Gelontorkan 7.000 Pompa Air untuk Jaga Sawah Jateng Tetap Produktif
📅 Senin, 20 Jul 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim PenulisBREBES – Program pompanisasi menjadi salah satu strategi adaptasi yang krusial untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau dan kekeringan.
Melalui optimalisasi sumber air yang tersedia, pompanisasi dapat membantu menjaga pasokan irigasi, mengurangi risiko gagal panen, serta mempertahankan produksi pangan.
Namun, efektivitas program ini bergantung pada ketersediaan sumber air, kesiapan infrastruktur pendukung, pasokan energi, serta koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan kelompok tani agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan 7.000 pompa air untuk membantu para petani di Jawa Tengah (Jateng) di tengah ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
"Pompa dan irpom (irigasi perpompaan), bantu semuanya. Jangan sampai petani Jateng kekurangan pompa dan kekurangan air," kata Mentan Amran Sulaiman di Brebes, Senin (20/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada acara peletakan batu pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Mentan memberikan apresiasi kepada Gubernur JatengAhmad Luthfi atas kinerjanya dalam menopang sektor pangan nasional.
Gubernur Ahmad Lutfhfi juga dinilai terus memperjuangkan nasib petani di tengah ancaman kemarau panjang, sehingga produktivitas pertanian di provinsi ini terus terjaga.
"Pak Gubernur Ahmad Luthfi ini hebat, penopang pangan Indonesia. Beliau itu rajin sekali dan saya lihat kerja beliau itu, Jawa Tengah penghasil beras nomor dua sekarang," kata Mentan Andi Amran Sulaiman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain membantu penyediaan pompa air, kata dia, Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan menggelontorkan bantuan bibit jagung dan padi serta alat pertanian, seperti traktor dan lainnya.
"Sudah ada 2.000pompa itu sudah sampai belum? Nanti aku tambah lagi lima ribu. Jadi sekarang 7.000 dulu. Air merupakan salah satu faktor penting agar produktivitas petani tetap terjaga," kata Mentan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan produktivitas padi di provinsi itu pada 2025 mencapai 9,7 juta ton dengan kontribusi 15,6 persen kebutuhan padi nasional.
"Target 2026 dari pemerintah pusat meningkat menjadi 10,5 juta ton," katanya.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya bersama bupati dan wali kota berkomitmen serta menggandeng Kementerian ATR/BPN menjaga lahan pertanian atau lahan sawah dilindungi.
"Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional sehingga lahan pertaniannya harus kita pertahankan. Oleh karena itu kami mohon agar diberikan bantuan pompa air untuk Jateng guna menjaga provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional," kata Gubernur Ahmad Lutfhi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!