Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Ingin Wisata Hanya Ramai di Titik Tertentu, Kemenpar Tata Ulang Pola 4B

📅 Senin, 20 Jul 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Mohon dukungan untuk mencegah isu kepadatan, kami meyakini ini tetap ada tantangan besar, hingga kami memohon agar terus secara aktif melakukan optimalisasi pengaturan lalu lintas karena kondisi saat ini membutuhkan manajemen aktif termasuk dengan teknologi, juga perbaikan dan pelebaran jalan terus diakselerasi, dan transportasi umum dapat menjangkau 4B,” ujarnya.

Kemenpar sendiri memastikan terus melakukan kegiatan promosi, dengan terbaru ini pertemuan bisnis dan selanjutnya dilakukan kembali pada Agustus.

“Dan kami ingin mengangkat potensi desa wisata sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan, nanti mungkin dari tim bisa mendalami ini, di Bali ada 173 desa wisata, dan tiga di antaranya sudah menang UN Best Tourism Village,” kata Widiyanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Tetap Terjaga

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
OJK Pastikan Likuiditas Per...
Nasional
KAI Services: Waspada Penip...
Nasional
PT KAI Catat Realisasi BBM ...

PT KAI Tutup 172 Perlintasan Sebidang

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PT KAI Tutup 172 Perlintasa...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.