Michael Olise Pecahkan Rekor Pele
📅 Senin, 20 Jul 2026, 06:38 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraPEMAIN tim nasional Prancis Michael Olise menorehkan tinta emas dalam sejarah Piala Dunia. Namun, di balik pencapaian bersejarah itu, winger Prancis tersebut harus menerima kenyataan pahit: Les Bleus gagal menutup turnamen dengan kemenangan dan mengantar pelatih Didier Deschamps mengakhiri pengabdiannya dengan kekecewaan.
Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami, Minggu (19/7) dini hari WIB, Olise mencatat dua assist untuk Kylian Mbappe. Tambahan itu membuat bintang Bayern Munich tersebut mengoleksi tujuh assist sepanjang turnamen. Ini memecahkan rekor enam assist yang bertahan selama 56 tahun sejak diukir legenda Brasil, Pele, dalam Piala Dunia 1970 di Meksiko.
Perjalanan Olise menuju rekor itu dimulai sejak laga pembuka melawan Senegal ketika dia mengirim umpan matang kepada Mbappe. Setelah itu, dia menyumbang masing-masing dua assist saat menghadapi Irak dan Swedia, sebelum akhirnya melampaui catatan Pele lewat dua umpan penentu ke gawang Inggris.
Meski demikian, Olise masih berada di bawah Lionel Messi dalam daftar pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Tujuh assist yang dikumpulkannya di edisi 2026 masih terpaut lima dari rekor keseluruhan milik kapten Argentina tersebut.
Musim 2025-2026 memang menjadi periode yang luar biasa bagi pemain berusia 24 tahun itu. Bersama Bayern, Olise mencetak 15 gol dan 19 assist, sekaligus membantu klubnya merebut gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Penampilan gemilang di level klub berlanjut ke panggung Piala Dunia, menjadikannya salah satu pemain paling bersinar sepanjang turnamen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sayangnya, malam bersejarah itu berubah menjadi kisah getir. Prancis menyerah 4-6 dari Inggris dalam pertandingan dramatis yang menghasilkan 10 gol, sekaligus menjadi laga perebutan tempat ketiga dengan skor tertinggi dalam sejarah modern Piala Dunia.
Bagi Olise, laga melawan Inggris akan selalu dikenang sebagai hari ketika dia melampaui Pele. Namun, rekor bersejarah tersebut terasa hambar karena diraih di tengah air mata kekalahan dan perpisahan emosional seorang pelatih yang telah mengabdi selama 14 tahun bagi Prancis. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!