Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Mataram Kaji Kemampuan Anggaran Pembelian Alat MRI Imbas Kerusakan Total

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 18:11 WIB | Oleh:
Pemkot Mataram Kaji Kemampuan Anggaran Pembelian Alat MRI Imbas Kerusakan Total Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan melakukan kajian untuk menyesuaikan rencana pengadaan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD H Moh Ruslan Mataram dengan kemampuan fiskal daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri di Mataram, Minggu (19/7), mengatakan kebutuhan anggaran yang besar membuat pengadaan alat MRI harus dikaji lebih lanjut dalam pembahasan APBD Perubahan 2026.

"Untuk melakukan pengadaan, kami harus lihat kondisi anggaran belanja daerah apakah memungkinkan untuk dibeli tahun ini atau tidak," katanya.

Dia mengatakan hal tersebut menyikapi kerusakan alat MRI di RSUD H Moh Ruslan Mataram sehingga membuat pasien yang membutuhkan pemeriksaan itu harus dirujuk ke luar daerah.

Ia mengatakan pengadaan alat MRI tetap menjadi perhatian pemerintah, akan tetapi realisasinya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan hasil pembahasan APBD perubahan.

Direktur RSUD H Moh Ruslan Kota Mataram dr Eka Nurhayati mengatakan alat pemindaian medis itu dilaporkan telah rusak selama beberapa bulan dan tidak dapat diperbaiki lagi karena faktor usia sehingga berdampak langsung terhadap pelayanan rumah sakit.

Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena alat MRI di RSUD Provinsi NTB yang selama ini menjadi tujuan rujukan juga mengalami kerusakan, sehingga pasien yang membutuhkan tindakan MRI terpaksa dirujuk ke luar daerah, termasuk ke Bali.

"Dengan kerusakan MRI di RSUD Mataram, pasien kami rujuk ke luar daerah sebab di NTB tidak ada lagi rumah sakit yang punya MRI," katanya.

Menurutnya, untuk pengadaan alat MRI baru sejauh ini belum diusulkan karena membutuhkan anggaran yang besar. Apalagi, pemeriksaan MRI dalam skema BPJS Kesehatan merupakan bagian dari paket pembiayaan layanan sehingga tidak diklaim secara terpisah.

"Untuk membeli MRI membutuhkan anggaran besar. Bahkan dari spesifikasi yang ada harganya bisa mencapai Rp35 miliar, ayo dari mana kita dapat anggaran sebesar itu," katanya.

Namun demikian, pihaknya berharap, kerusakan MRI tersebut bisa menjadi atensi pemerintah daerah agar dapat memudahkan pasien dan mengoptimalkan layanan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.