Perajin Plupuh Bambu di Lebak Kewalahan Layani Pesanan
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 15:46 WIB | Oleh: SujarLEBAK -- Perajin plupuh bambu di Kabupaten Lebak, Banten kewalahan melayani permintaan konsumen dari Tangerang, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
"Kita setiap pekan memasok pesanan sebanyak 1.500 plupuh bambu ke Tangerang," kata Ajat perajin plupuh bambu di Lebak, Minggu.
Plupuh bambu itu digeluti sekitar 10 tahun lalu hingga kini masih bertahan, karena terdapat bahan baku perkebunan bambu melimpah.
Selama ini, plupuh bambu yang ada di Desa Pasir Kupa Kalanganyar Kabupaten Lebak kewalahan melayani permintaan konsumen, sedangkan perajin yang ada hanya beberapa orang.
Saat ini, dirinya memenuhi permintaan konsumen ke Tangerang sebanyak 1.500 plupuh dengan harga Rp15.000 per plupuh dan sebelumnya hanya di bawah 1.000 plupuh per pekan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika harga Rp 15.000 dan permintaan 1.500 per plupuh maka dikalkulasikan mencapai Rp22.500.000 per pekan," kata Ajat.
Ia mengatakan, meski permintaan konsumen hingga ribuan plupuh per pekan, namun bisa terpenuhi karena melimpahnya bahan baku perkebunan bambu itu.
Produksi plupuh bambu itu dengan cara dipotong menggunakan gergaji yang biasanya panjang 3-4 meter dan lebar 30 sentimeter.
Selanjutnya, potongan bambu itu dibelah dengan cara dicencang menggunakan golok/kapak,sehingga menjadi lempengan bambu yang bisa digelarkan.
"Kalau penggunaan plupuh di masyarakat itu untuk hamparan rumah panggung atau saung, namun informasi plupuh ke Tangerang diekspor," katanya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Lebak tercatat sebanyak 117.269 unit usaha.
Mereka UMKM itu bergerak bidang usaha dari berbagai sektor, termasuk produksi aneka makanan, kerajinan bambu, hingga kain tenun dan batik.
"Kami mendorong unit usaha itu tumbuh dan berkembang, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan kesejahteraan keluarga," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!