Maroko Tantang Spanyol Jadi Tuan Rumah Final Piala Dunia 2030, FIFA Belum Tentukan Stadion
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 18:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Persaingan antara Maroko dan Spanyol untuk menjadi tuan rumah partai final Piala Dunia FIFA 2030 semakin memanas. Meski Maroko, Portugal, dan Spanyol telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama turnamen tersebut, FIFA hingga kini belum menentukan negara maupun stadion yang akan menggelar laga puncak.
Spanyol secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menjadi lokasi final Piala Dunia 2030. Di sisi lain, Maroko juga meningkatkan peluangnya dengan membangun Stadion Hassan II di kawasan dekat Casablanca yang dirancang berkapasitas sekitar 115.000 penonton dan diproyeksikan menjadi stadion sepak bola terbesar di dunia.
Pembangunan Stadion Hassan II disebut menjadi bagian dari persiapan Maroko untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah pertandingan final. Stadion megah tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun depan sehingga siap digunakan apabila mendapat kepercayaan dari FIFA.
Sementara itu, Spanyol mengandalkan dua stadion ikonik sebagai kandidat penyelenggara final. Santiago Bernabeu di Madrid kini memiliki kapasitas sekitar 83.000 penonton setelah renovasi besar, sedangkan Camp Nou di Barcelona sedang menjalani proyek modernisasi yang ditargetkan mampu menampung sekitar 105.000 penonton ketika seluruh pekerjaannya selesai.
Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol, Rafael Louzan, optimistis negaranya layak menjadi penyelenggara laga final karena memiliki pengalaman panjang dalam menggelar ajang olahraga internasional. Ia juga menilai infrastruktur serta kemampuan organisasi Spanyol menjadi modal kuat dalam proses penentuan venue final.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Spanyol memiliki kapasitas organisasi yang telah terbukti selama bertahun-tahun, dan oleh karena itu Spanyol akan menjadi negara yang memimpin Piala Dunia 2030 dan tempat final turnamen akan dimainkan," ujar Rafael Louzan.
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko, Fouzi Lekjaa, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai lokasi pertandingan final. Ia menjelaskan bahwa seluruh penentuan pertandingan masih akan dibahas bersama antara FIFA dan tiga negara tuan rumah.
"Hingga saat ini belum ada keputusan yang diambil mengenai alokasi pertandingan. Pilihan-pilihan ini dibuat secara eksklusif melalui konsultasi antara tiga negara tuan rumah dan FIFA," kata Fouzi Lekjaa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan Reuters menyebut Maroko juga aktif melakukan pendekatan dan lobi kepada berbagai pihak agar Casablanca dipilih sebagai lokasi partai final. Persaingan diplomasi olahraga tersebut diperkirakan akan terus berlangsung hingga FIFA menetapkan keputusan resmi dalam beberapa waktu mendatang.
Apabila Stadion Hassan II terpilih, Casablanca akan menjadi kota kedua di Afrika yang menjadi tuan rumah final Piala Dunia setelah Johannesburg pada edisi 2010. Sementara itu, jika Spanyol kembali dipercaya menggelar laga puncak, negara tersebut akan mengulang sejarah setelah terakhir menjadi tuan rumah final Piala Dunia pada 1982 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!