Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cetak Box Office Terbesar A24, Proyek Sekuel Backrooms Mulai Digarap Bersama Kane Parsons

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 17:45 WIB | Oleh:
Cetak Box Office Terbesar A24, Proyek Sekuel Backrooms Mulai Digarap Bersama Kane Parsons Doc: A24
Ket. Kesuksesan film horor Backrooms menjadi tonggak baru bagi A24 setelah mencatatkan pembukaan akhir pekan terbesar sepanjang sejarah studio tersebut. Adaptasi dari serial YouTube viral karya Kane Parsons itu sukses mengubah film beranggaran sekitar Rp162 miliar (setara US$10 juta) menjadi fenomena box office yang melampaui ekspektasi industri.

JAKARTA - Kesuksesan film horor Backrooms menjadi tonggak baru bagi A24 setelah mencatatkan pembukaan akhir pekan terbesar sepanjang sejarah studio tersebut. Adaptasi dari serial YouTube viral karya Kane Parsons itu sukses mengubah film beranggaran sekitar Rp162 miliar (setara US$10 juta) menjadi fenomena box office yang melampaui ekspektasi industri.

Keberhasilan tersebut membuat A24 bergerak cepat untuk mempertahankan Kane Parsons sebagai salah satu talenta mudanya. Sutradara yang baru berusia 20 tahun itu kini tengah menjalani negosiasi kontrak jangka panjang yang juga membuka peluang lahirnya sekuel Backrooms.

Berdasarkan laporan terbaru, A24 menawarkan kesepakatan first-look selama tiga tahun dengan nilai lebih dari Rp1,05 triliun (setara US$65 juta). Nilai tersebut belum termasuk bonus apabila Parsons mampu menyelesaikan dua film panjang selama masa kontrak.

Sekuel Backrooms disebut menjadi salah satu proyek utama yang masuk dalam pembahasan. Namun, negosiasi belum mencapai tahap akhir karena A24 harus bersaing dengan sejumlah studio besar seperti Warner Bros., Universal Pictures, dan Sony Pictures yang juga dikabarkan tertarik merekrut Parsons.

Selain kontrak film, A24 sempat menawarkan kerja sama untuk proyek televisi. Meski demikian, laporan menyebut Parsons lebih memilih mengembangkan ide serial televisinya secara terpisah dan menawarkannya kepada pihak lain.

Di tengah negosiasi tersebut, Parsons juga menjadi sorotan setelah secara terbuka mengkritik penggunaan kecerdasan buatan generatif atau AI di industri perfilman. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku lebih memilih teknologi tersebut tidak berkembang karena dinilai mengurangi nilai kreativitas dalam proses pembuatan film.

"Jika saya bisa menjentikkan jari dan membuat AI generatif menghilang selamanya, saya mungkin akan melakukannya," ujar Parsons.

Pernyataan itu memicu perhatian luas karena hanya beberapa pekan kemudian A24 justru menjalin kemitraan riset dengan Google DeepMind. Nilai kerja sama tersebut dilaporkan mencapai sekitar Rp1,21 triliun (setara US$75 juta) untuk mengembangkan berbagai teknologi AI bagi industri perfilman, meski studio menegaskan teknologi tersebut bukan AI generatif berbasis perintah teks.

A24 juga sempat menuai kritik dari komunitas penggemar setelah muncul penghapusan hak cipta terhadap sejumlah karya bertema Backrooms, termasuk wallpaper, desain, hingga gim independen. Parsons sendiri menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak semestinya terjadi dan mengaku telah meminta penjelasan langsung kepada pihak studio.

Meski sempat muncul sejumlah polemik, hubungan Parsons dan A24 diyakini masih berjalan positif. Dengan kesuksesan besar yang diraih Backrooms, banyak pihak memperkirakan negosiasi kontrak akan menjadi langkah penting yang menentukan masa depan franchise horor tersebut sekaligus arah karier salah satu sutradara muda paling menjanjikan di Hollywood.

Sementara menunggu kepastian mengenai sekuel, Backrooms kini telah tersedia untuk ditonton melalui layanan streaming Prime Video dan Apple TV.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...

BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB: Kualitas Udara Kalbar...
Nasional
BNPB: OMC Penanganan Karhut...
Luar Negeri
Populasi Dugong Australia T...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.