Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini

📅 Rabu, 03 Jun 2026, 06:20 WIB | Oleh:
Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini Doc: ANTARA/HO-DKPP Kota Madiun
Ket. Seorang petani di Kota Madiun, Jawa Timur melakukan proses tanam di lahan persawahan.

MADIUN - Suku Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur, mendorong jajaran petani di wilayah setempat untuk segera melakukan percepatan masa tanam pasca-panen guna mengantisipasi ancaman puncak musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan lahan. 

Kepala Bidang Pertanian DKPP Kota Madiun Niken Febrianti di Madiun, Selasa mengatakan percepatan tanam menjadi strategi penting untuk mengurangi risiko penurunan produksi hingga gagal panen akibat berkurangnya ketersediaan air di lahan pertanian.

"Jika waktu tanam tepat, saat musim kemarau datang tanaman sudah memasuki masa panen sehingga dampaknya bisa diminimalkan," ujarnya.

Menurut Niken, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September mendatang. Karena itu, petani di Kota Madiun diminta memanfaatkan ketersediaan air yang masih cukup saat ini untuk memulai musim tanam lebih awal.

Dalam melakukan masa tanam, DKPP mendorong penggunaan pupuk organik serta mengembalikan jerami ke lahan setelah panen. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan cadangan air sehingga tanaman lebih tahan terhadap kondisi kering.

DKPP juga mengimbau petani menggunakan varietas padi yang lebih adaptif terhadap musim kemarau. Salah satunya varietas Inpari 32 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi serta lebih tahan terhadap kekeringan dan sejumlah penyakit tanaman.

Selain itu, DKPP juga menyiapkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai bentuk perlindungan bagi petani apabila terjadi gagal panen akibat kekeringan maupun faktor cuaca ekstrem lainnya. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kerugian yang ditanggung petani.

Saat ini, sejumlah wilayah pertanian di Kota Madiun, seperti di Kelurahan Banjarejo dan Winongo, telah memasuki masa tanam. DKPP berharap berbagai langkah antisipasi yang dilakukan sejak dini dapat menekan dampak kemarau terhadap produksi pertanian tahun ini.

"Kami berharap langkah-langkah tersebut mampu meminimalkan dampak kemarau terhadap sektor pertanian di Kota Madiun," kata Niken.

Ia menambahkan DKPP Kota Madiun terus berupaya mengoptimalkan produktivitas padi di lahan pertanian terbatas dalam rangka mendukung program nasional mewujudkan ketahanan pangan.

Data BPS Kota Madiun mencatat luas panen padi pada 2025 di Kota Madiun mencapai sekitar 1.974 hektare dengan produksi padi 11.069 ton gabah kering giling (GKG) atau setara dengan 6.392 ton beras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Luar Negeri
Aset Beku Iran Cair, Trump ...
Nasional
Kemenbud Dorong Pelurusan S...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.