Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Tradisional Harus Bisa Dorong Penguatan Ekonomi Lokal

📅 Senin, 20 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pasar Tradisional Harus Bisa Dorong Penguatan Ekonomi Lokal Doc: antara
Ket. Revitalisasi Pasar - Banyak Pasar yang Umurnya Sudah Tua dan Tidak Memiliki Fasilitas Layak

JAKARTA - Pemerintah perlu mempercepat revitalisasi pasar tradisional untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat menengah ke bawah di tengah melemahnya daya beli.

Menghidupkan kembali pasar tradisional diperlukan agar pasar tradisional mampu memenuhi meningkatnya permintaan melalui layanan dan fasilitas yang lebih baik. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, revitalisasi pasar juga berpotensi memperkuat transaksi ritel, tidak hanya untuk komoditas pangan, tetapi juga berbagai produk lain seperti makanan dan minuman olahan, pakaian, kosmetik, serta kebutuhan rumah tangga yang kini semakin banyak dipasarkan di pasar tradisional.

Karena itu, ia menilai revitalisasi pasar tidak cukup hanya berupa perbaikan bangunan fisik tetapi juga meningkatkan kualitas layanan sehingga pasar tradisional menjadi lebih bersih, nyaman, tertata, dan mampu memberikan rasa aman bagi pembeli.

“Banyak pasar tradisional masih memiliki sejumlah kelemahan, mulai dari aspek kebersihan, fasilitas, kenyamanan, hingga penggunaan alat perdagangan seperti timbangan yang terkadang masih menjadi perhatian konsumen.

Faktorfaktor tersebut memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional,” katanya. Menurut Faisal, langkah tersebut penting agar pasar tradisional tetap kompetitif di tengah ekspansi ritel modern dan platform e-commerce, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pedagang kecil serta memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat menengah ke bawah.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan bahwa data yang ada saat ini menunjukkan semakin berkurangnya jumlah pasar tradisional yang berarti minat masyarakat ke pasar semakin menurun.

Ia menjelaskan, pergeseran minat masyarakat kini lebih mengarah ke ritel modern, baik minimarket maupun supermarket. Faktornya, menurut Nailul, adalah stabilitas harga dan ketersediaan stok. Selain itu, penetrasi minimarket yang mendekat ke permukiman juga menjadi tantangan tersendiri bagi pasar tradisional yang lokasinya cenderung terpusat di kawasan tertentu.

Dikemas Ulang

Nailul menekankan pentingnya memastikan keberadaan pasar tradisional tetap eksis sebagai pusat transaksi masyarakat. “Yang perlu diperhatikan adalah kualitas fisik dari pasar itu sendiri. Banyak pasar yang umurnya sudah tua dan tidak memiliki fasilitas layak.

Akibatnya banyak ditinggalkan pembeli,” katanya. Menurutnya, revitalisasi tidak cukup hanya pada aspek bangunan. Pasar perlu dikemas ulang dengan konsep yang lebih menarik. “Ketika pasar fisik diperbaiki, maka investasi di sekitar pasar akan menjamur, terutama terkait dengan tujuan pariwisata.

Sudah banyak pasar tradisional yang disediakan fasilitas penunjang untuk menggaet wisatawan. Istilahnya adalah pasar modern dengan kemasan yang lebih menarik,” pungkas Nailul. Dengan perbaikan infrastruktur dan penambahan daya tarik, pasar tradisional diharapkan dapat kembali menjadi pilihan utama masyarakat sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal. “Pasar tradisiomal harus bisa menjadi etalase produksi nasional sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus melawan market place yang barangnya didominasi produk impor,” kata Nailul.

Perkuat Pengamanan

Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, sebanyak 110 pasar tradisional di bawah Perumda Pasar Jaya akan dipercepat untuk transaksi digital. Untuk langkah ini, Pemprov Jakarta menggandeng Bank Indonesia memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

“Untuk saat ini ada 60 pasar tradisional yang digitalisasi. Tahun ini diharapkan ada lagi digitalisasi untuk 50 pasar. Berarti 110 selesai tahun ini. Kami menyadari bahwa tantangan pasar tradisional saat ini adalah kompetisi dengan ruang ritel modern. Oleh karena itu, perbaikan fisik yang telah kami selesaikan ini adalah fondasi awal,” ucap Agus Himawan di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Dipanggil TC, Lukman Adi Di...
Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan.

Kabut Asap Ancam Sampit, BMKG Ungkap Dampak Meluasnya Karhutla di Wilayah Selatan.

20 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.