Russia Bombardir Kyiv dengan Misil Balistik
📅 Senin, 20 Jul 2026, 02:49 WIB | Oleh: Tim PenulisKYIV - Russia pada Minggu (19/7) malam menembakkan dua lusin misil balistik ke arah Kyiv dan serangan itu menewaskan satu orang dan melukai 16 lainnya, dalam perang udara jarak jauh yang terus meningkat dan menelan korban sipil yang semakin banyak di kedua belah pihak.
Pemboman terbaru ini menyoroti tantangan ganda bagi Ukraina di tahun kelima perangnya menyusul peningkatan serangan misil Russia di samping ketidakstabilan politik domestik yang dipicu oleh perombakan mendadak kepemimpinan pertahanan di masa perang.
"Misil-misil terus berdatangan satu demi satu, ledakannya sangat dahsyat, itu mengerikan," kata Ganna Zagorodnia, 47 tahun, seorang warga Kyiv kepada AFP. "Saya pikir hidupku akan segera berakhir,” imbuh dia.
Pagi harinya, wartawan AFP di Kyiv melihat blok-blok apartemen yang hangus terbakar dengan jendela-jendela yang pecah dan mobil-mobil yang hancur dan terbalik.
"Semalam, Russia melakukan salah satu serangan misil balistik terbesarnya di Kyiv," kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di media sosial X. "Musuh meluncurkan lebih dari 40 misil berbagai jenis yang sebagian besar diarahkan ke ibu kota," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di antaranya terdapat 25 misil balistik, senjata yang cepat, sulit dicegat, dan biasanya ditembakkan dalam rentetan cepat.
Zelenskyy mengatakan bahwa satu orang tewas dan 16 lainnya terluka dalam serangan itu, yang menurut polisi menargetkan enam distrik.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dan pihak berwenang setempat menyatakan serangan tersebut merusak gedung apartemen, supermarket, dan pusat hiburan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Russia, yang membantah menargetkan warga sipil, mengatakan pihaknya menyerang fasilitas militer dan pusat logistik di Kyiv serta infrastruktur pelabuhan yang digunakan oleh tentara Ukraina di Kota Odesa, Laut Hitam.
Menanggapi serangan itu, Presiden Zelenskyy menyatakan bahwa perlindungan terhadap misil balistik adalah prioritas utama saat ini dan sistem pertahanan pencegat dibutuhkan setiap hari.
Sejak dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran, Ukraina telah menderita kekurangan proyektil pertahanan udara untuk sistem misil Patriot rancangan AS, yang sangat penting untuk menangkis serangan balistik.
Memanfaatkan kelangkaan tersebut, Russia telah mengintensifkan serangan udaranya ke Kyiv dalam beberapa pekan terakhir, melancarkan serangan balistik besar-besaran kira-kira sekali seminggu.
Serangan Balik
Sementara itu serangan drone Ukraina terhadap Russia dilaporkan telah menewaskan satu orang di wilayah Kursk, dekat perbatasan Ukraina, kata gubernur regional Alexander Khinshtein di Telegram.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!