Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, Para Pejabat AS-Tiongkok Bahas AI di New York
📅 Senin, 21 Sep 2026, 09:38 WIB | Oleh: Tim PenulisWASHINGTON - Para pejabat ekonomi AS dan Tiongkok membahas pembuatan saluran komunikasi untuk isu-isu terkait kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pertemuan hari Minggu, sebagai persiapan untuk KTT para pemimpin tertinggi kedua negara minggu ini.
"Kami baru saja mengadakan pertemuan yang sangat sukses dengan pihak Tiongkok mengenai perdagangan dan AI," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent kepada wartawan setelah pembicaraan panjang dengan tim yang dipimpin Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng.
Pembicaraan ini merupakan pendahuluan dari pertemuan yang direncanakan di Gedung Putih pada hari Kamis (24/9) antara para pemimpin dua ekonomi terbesar di dunia: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Diskusi tersebut, yang juga dihadiri oleh pejabat perdagangan tertinggi AS, Jamieson Greer, berlangsung sekitar delapan jam di kantor pusat JPMorgan Chase di New York.
Bessant mengatakan kedua pihak membahas pembentukan cara untuk berkomunikasi tentang isu-isu AI yang disebut "dialog AI AS-Tiongkok."
"AS telah mengusulkan agar kita memiliki mekanisme pemberitahuan antara kedua negara," kata Bessent.
Pemberitahuan tersebut ditujukan untuk potensi "insiden", atau situasi "yang meningkat hingga tingkat keamanan nasional akibat AI," katanya. Kedua belah pihak telah sepakat untuk bertemu kembali.
Bessent dan He juga berbicara empat mata sepanjang hari, kata sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Pejabat Tiongkok Li Chenggang, yang diangkat ke posisi perwakilan perdagangan internasional tingkat atas tak lama sebelum pertemuan tersebut, juga hadir dalam pembicaraan di New York. Namun, delegasi Tiongkok tidak berbicara kepada wartawan.
Greer menekankan bahwa "sangat penting bagi kita untuk dapat bekerja sama."
Kedua belah pihak berupaya meredakan ketegangan terkait perdagangan, teknologi, dan isu-isu strategis lainnya. Ini termasuk kemungkinan perpanjangan gencatan senjata perdagangan dan batasan-batasan untuk pengembangan AI.
Perdagangan Non-sensitif
Ketika ditanya tentang kemungkinan pengurangan tarif timbal balik untuk barang-barang tertentu, Greer mengatakan tim "terus mengupayakan hal ini."
Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi barang-barang "non-sensitif" yang dapat dipertimbangkan secara terpisah dari langkah-langkah perdagangan di masa mendatang, tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!