FKUI: Dampak Dengue Tak Hanya Kesehatan, Juga Produktivitas Keluarga
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 18:40 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan infeksi dengue tidak hanya menimbulkan persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas keluarga akibat hilangnya waktu bekerja dan meningkatnya beban ekonomi selama masa perawatan.
"Pada saat salah satu anak terserang infeksi dengue dan perlu perawatan di rumah sakit, maka orang tua harus mendampingi sehingga kehilangan waktu untuk bekerja dan mengurangi produktivitas. Demikian pula jika orang tua yang sakit, keluarga harus merawat dan dapat mengganggu suasana dan ekonomi keluarga," kata Sri dalam siaran pers pada Jumat.
Sri mengatakan dampak ekonomi akibat dengue tidak hanya berasal dari biaya pengobatan, tetapi juga dari hilangnya produktivitas selama pasien menjalani perawatan dan masa pemulihan yang dapat berlangsung satu hingga dua pekan.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan dengue perlu dipandang sebagai persoalan kesehatan masyarakat yang berdampak luas terhadap kesejahteraan keluarga, sehingga memerlukan upaya pencegahan yang lebih menyeluruh.
Sejalan dengan hal itu studi terbaru Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) memperkirakan beban ekonomi akibat dengue di Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 550,9 juta dolar AS atau hampir Rp9 triliun, dengan lebih dari 2 juta kasus rawat inap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti FK-KMK UGM Diah Ayu Puspandari mengatakan kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) belum sepenuhnya membebaskan pasien dari beban biaya selama sakit.
"Pasien JKN masih harus mengeluarkan biaya mandiri rata-rata Rp1,1-1,3 juta saat menghadapi satu periode sakit akibat dengue untuk kebutuhan non-medis seperti transportasi dan akomodasi pendamping, di luar hilangnya produktivitas. Sementara bagi pasien yang tidak memiliki asuransi, biayanya melonjak hingga Rp4,3-5,6 juta karena seluruh biaya perawatan medis harus ditanggung sendiri," ujar Diah.
Menurut studi tersebut, kerugian akibat hilangnya produktivitas pada kelompok peserta JKN mencapai sekitar Rp1,81 triliun sepanjang 2024. Adapun pada kelompok non-JKN, kerugian produktivitas diperkirakan mencapai sekitar Rp755,2 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Diah mengatakan besarnya biaya yang harus ditanggung masyarakat menunjukkan dengue bukan lagi sekadar penyakit musiman, melainkan penyakit yang dapat memicu beban ekonomi rumah tangga dan memperdalam kesenjangan finansial, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sri Rezeki menambahkan pengendalian dengue tidak dapat hanya mengandalkan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus.
"Menghadapi ancaman penyakit dengue yang begitu berat dan meluas, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu atau dua upaya pencegahan konvensional seperti 3M Plus. Kita membutuhkan sesuatu yang komprehensif. Perlu ada sinergi kuat yang mengintegrasikan pengendalian vektor nyamuk, penguatan diagnosis dini di fasilitas kesehatan, serta adopsi intervensi medis yang inovatif seperti vaksinasi," katanya.
Sementara itu, Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM Jarir At Thobari mengatakan hasil kajian pemodelan ekonomi kesehatan menunjukkan implementasi vaksinasi dengue berpotensi menurunkan kasus dengue bergejala, rawat inap, dan kematian selama periode 20 tahun.
Dari perspektif masyarakat, katanya, implementasi vaksinasi juga diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya sekitar USD329-731 juta atau sekitar Rp5,2-11,5 triliun selama 20 tahun karena turut mengurangi biaya yang ditanggung keluarga dan kehilangan produktivitas.
"Temuan ini menunjukkan bahwa investasi pada pencegahan penyakit tidak hanya berpotensi meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dalam jangka panjang," ujar Jarir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!