Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IPB Kembangkan Teknologi AI untuk Deteksi Nutrisi Kelapa Sawit

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
IPB Kembangkan Teknologi AI untuk Deteksi Nutrisi Kelapa Sawit Doc: ANTARA
Ket. Tandan Buah Segara (TBS) Kelapa sawit di Sumatera Barat.

JAKARTA - IPB University maksimalkan pengembangan teknologi deteksi kekurangan nutrisi pada tanaman kelapa sawit berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan citra satelit beresolusi tinggi.

Kepala Lembaga Riset Internasional (LRI) Teknologi Maju IPB University Prof. Anas Miftah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Kamis, mengatakan pemanfaatan integrasi AI dan citra satelit tersebut diharapkan dapat membuahkan rekomendasi pengelolaan serta pemeliharaan tanaman yang jauh lebih akurat.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengembangkan metode deteksi kekurangan nutrisi yang tidak hanya berbasis pengamatan lapangan, tetapi juga memanfaatkan kecerdasan buatan dan data satelit untuk menghasilkan rekomendasi yang lebih presisi,” kata dia.

Anas menjelaskan sistem identifikasi mutakhir hasil dari kerja sama strategis antara IPB University dengan PT Dabeeo Artificial Intelligence Indonesia tersebut nantinya dirancang mampu mendeteksi secara dini jenis penyakit tertentu yang menyerang tanaman kelapa sawit di lapangan.

Inovasi tersebut diproyeksikan bakal melengkapi sistem Precipalm, yakni teknologi yang sebelumnya telah sukses dikembangkan oleh IPB University untuk memberikan rekomendasi pemupukan kelapa sawit melalui analisis citra daun.

Sebagai mitra kolaborasi, kata dia, perusahaan asal Korea Selatan tersebut yang cukup eksis dalam pemanfaatan citra satelit beresolusi tinggi dalam industri perkebunan hutan, bahkan hingga 30 centimeter khusus untuk aplikasi di sektor agroforestri.

Saat ini perusahaan tersebut mengoperasikan dua jenis satelit khusus untuk pemantauan sektor perkebunan, serta didukung oleh tujuh jenis satelit lainnya untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri modern.

Prof Anas berharap teknologi satelit milik Dabeeo ini juga dilengkapi kemampuan mengidentifikasi tingkat kepadatan pohon, tutupan tajuk (canopy), serta fitur deteksi perubahan (change detection) guna menganalisis dinamika vegetasi secara historis.

Kepala Pengembangan Bisnis Dabeeo Indonesia Rizky Dantri menyatakan pihaknya mendukung jalannya penelitian riset tersebut, termasuk memfasilitasi pendanaan untuk kebutuhan akuisisi data citra satelit.

Kolaborasi tersebut ditandai lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Executive Vice President Dabeeo Chang Hoon Moon bersama Kepala LRI Teknologi Maju IPB University Prof. Anas Miftah Fauzi, serta dihadiri jajaran peneliti senior dari kedua belah pihak.

"Kami dari Dabeeo siap memberikan dukungan pendanaan untuk riset ini, terutama dalam hal akuisisi. Jadi nanti kalau dalam penelitian perlu penggunaan satelit, kami bersedia untuk menyediakan,” kata Rizky Dantri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.