Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Maluku Amankan 6 Nuri Kepala Hitam dari KM Leuser di Pelabuhan Ambon.

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 01:01 WIB | Oleh:
BKSDA Maluku Amankan 6 Nuri Kepala Hitam dari KM Leuser di Pelabuhan Ambon. Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah nuri kepala hitam yang diamankan di KM Leuser, di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku mengamankan enam ekor nuri kepala hitam (Lorius lory) yang ditemukan di atas KM Leuser saat pengawasan bersama di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

“Enam ekor nuri kepala hitam berhasil diamankan saat pelaksanaan pengawasan bersama di KM Leuser yang sandar di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon,” kata Polisi Kehutanan BKSDA Maluku Cardolin CH Latuputty di Ambon, Rabu.

Ia mengatakan, satwa dilindungi tersebut ditemukan sekitar pukul 01.30 WIT di Dek 2 bagian depan kapal yang berlayar dari wilayah Papua menuju Surabaya.

Ia menjelaskan, seluruh satwa kemudian diamankan dan diserahkan ke Pusat Konservasi Satwa Kepulauan Maluku untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta perawatan sebelum ditentukan langkah penanganan selanjutnya.

Menurut dia, nuri kepala hitam merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

BKSDA Maluku mengingatkan masyarakat bahwa setiap orang yang menangkap, memiliki, mengangkut, memelihara, atau memperniagakan satwa dilindungi tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Cardolin mengatakan pengawasan terhadap lalu lintas satwa liar di pelabuhan akan terus diperkuat melalui kerja sama dengan instansi terkait guna mencegah penyelundupan dan perdagangan ilegal satwa dilindungi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dengan tidak memperjualbelikan satwa liar yang dilindungi serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan dugaan tindak pidana perdagangan satwa liar.

Berdasarkan ketentuan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa, barang siapa dengan Sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi (Pasal 21 ayat (2) huruf a), diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta (Pasal 40 ayat (2)).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.