Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendanaan Rp655,5 Miliar Masuk, IIF Percepat Pembangunan Infrastruktur Hijau

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendanaan Rp655,5 Miliar Masuk, IIF Percepat Pembangunan Infrastruktur Hijau Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi-Pembangunan Dermaga C pelabuhan milik PT Petro Kimia Gresik, Jawa Timur yang mengusung konsep green port.

JAKARTA – Pembiayaan infrastruktur berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menjaga pembangunan jangka panjang tanpa membebani kondisi fiskal negara.

Skema pembiayaan yang menggabungkan dana pemerintah, investasi swasta, dan instrumen keuangan hijau dapat mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.

Tantangannya adalah memastikan proyek yang dibiayai memiliki tata kelola yang baik, layak secara ekonomi, dan memberikan manfaat sosial maupun lingkungan yang berkelanjutan.

Lembaga keuangan nonbank bidang pembiayaan dan konsultasi proyek infrastruktur PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menghimpun pendanaan Rp655,5 miliar melalui penerbitan obligasi dan surat berharga perpetual untuk memperkuat kapasitas pembiayaan infrastruktur berkelanjutan.

Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan pendanaan baru tersebut akan digunakan untuk meningkatkan layanan pembiayaan, konsultasi, dan mitigasi risiko bagi proyek infrastruktur prioritas.

"Pendanaan baru ini akan membantu IIF meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Rizki, dalam keterangan resminya, yang diterima di Jakarta, Rabu (15/7).

Pendanaan tersebut terdiri atas obligasi senilai Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual Rp220 miliar.

Obligasi diterbitkan dalam tiga tenor, yakni satu, tiga, dan lima tahun, dengan rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun.

Sementara itu, surat berharga perpetual memberikan imbal hasil sebesar 8 persen per tahun.

Sekitar 83 persen obligasi dan surat berharga tersebut diserap perusahaan manajemen aset dan asuransi. Investor lainnya terdiri atas korporasi, investor ritel, dana pensiun, dan perbankan.

Menurut Rizki, perusahaan berperan melengkapi industri keuangan dan pasar modal dengan memobilisasi modal swasta untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

"IIF memosisikan diri sebagai pelengkap bagi industri keuangan dan pasar modal. Peran kami adalah membantu memobilisasi modal swasta untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan sektor yang menjadi perhatian IIF meliputi konektivitas, infrastruktur digital, dan kesehatan.

Perusahaan juga bekerja sama dengan pelaku usaha, regulator, investor domestik dan asing, serta lembaga yang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pembangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Donald Trump Ancam Perluas ...
BMKG: Gempa Bumi Magnitudo 6,2 Guncang Kepulauan Sangihe

BMKG: Gempa Bumi Magnitudo 6,2 Guncang Kepulauan Sangihe

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.