Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Donald Trump Ancam Perluas Serangan Jika Iran Tolak Berunding

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 10:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Donald Trump Ancam Perluas Serangan Jika Iran Tolak Berunding Doc: ANTARA
Ket. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut dan semakin ditingkatkan dalam beberapa hari ke depan jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (15/7),Trump mengatakan pasukan AS akan terus menyerang berbagai sasaran di Iran hingga ia memutuskan untuk menghentikannya.

"Kami menghantam mereka dengan sangat keras. Kami menghantam setiap sasaran yang mereka miliki di sepanjang pesisir.... Serangan akan terus berlanjut sampai saya mengatakan sudah cukup," kata Trump.

Trump mengatakan sasaran sektor energi belum menjadi prioritas, tetapi pada akhirnya juga akan diserang.

"Saya akan menyimpan sasaran energi untuk tahap terakhir, tetapi pada akhirnya kami akan menyerang fasilitas energi," ujarnya.

Trump juga mengancam akan meningkatkan intensitas serangan mulai pekan depan dengan menyasar pembangkit listrik dan jembatan di Iran apabila Teheran tetap menolak berunding.

"Malam ini kami akan menyerang mereka dengan sangat keras. Besok malam juga demikian. Malam berikutnya juga. Pekan depan keadaan akan menjadi jauh lebih buruk bagi mereka karena kami akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan mereka, kecuali mereka kembali ke meja perundingan," katanya.

Trump mengaku yakin Iran tidak memiliki pilihan selain mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat. Ia menambahkan bahwa pejabat kedua negara masih berkomunikasi hingga sekitar satu jam sebelum wawancara berlangsung.

"Mereka ingin membuat kesepakatan... Lebih baik mereka melakukannya. Jika tidak, tidak akan ada yang tersisa," ujar Trump.

Mengenai Selat Hormuz, Trump mengatakan Amerika Serikat ingin jalur pelayaran tersebut tetap terbuka bagi lalu lintas internasional.

"Saya sempat ingin mengenakan biaya, tetapi mereka (negara-negara Teluk) lebih memilih membelanjakan lebih banyak uang di Amerika Serikat. Menurut saya itu lebih baik karena saya tidak menyukai gagasan mengenakan biaya. Selat itu harus tetap bebas," katanya.

Trump juga menegaskan bahwa tekanan militer merupakan satu-satunya cara untuk membawa Iran ke meja perundingan.

"Satu-satunya cara berunding dengan mereka adalah melalui kekuatan, dan satu-satunya kekuatan itu adalah kekuatan militer. Itulah yang kami lakukan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kedua pihak sebenarnya hampir mencapai kesepakatan dua hari sebelumnya, namun menurutnya Iran membatalkannya pada saat-saat terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Donald Trump Ancam Perluas ...
Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
RI Berpotensi Kehilangan Daya Saing EBT
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.