Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

90 Cerpen Karya Anak Semarang Dibukukan, Wali Kota Dorong Literasi Jadi Gaya Hidup Baru

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 19:52 WIB | Oleh:
90 Cerpen Karya Anak Semarang Dibukukan, Wali Kota Dorong Literasi Jadi Gaya Hidup Baru Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan meluncurkan buku antologi cerita pendek bertema "Kampungku dan Kota Semarang", di Semarang, Rabu (12/11).

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang meluncurkan buku antologi cerita pendek (cerpen) bertema “Kampungku dan Kota Semarang” berisi 90 karya terbaik hasil lomba menulis yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Literasi sekaligus bukti nyata komitmen Pemkot dalam menumbuhkan budaya menulis dan membaca di masyarakat.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Bambang Suranggono, di Semarang, Rabu, menjelaskan bahwa peluncuran buku antologi cerpen merupakan bagian peringatan Hari Literasi.

Menurut dia, program tersebut diawali dengan workshop selama seminggu dan lomba penulisan cerpen yang diikuti sekitar 2.000 orang, baik daring maupun luring.

Peserta terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum yang kemudian mengirimkan karyanya sehingga ada ribuan karya yang masuk.

Dari ribuan karya yang masuk, kata dia, dipilih oleh juri sebanyak 90 cerpen terbaik yang kemudian dibukukan menjadi tiga antologi terpisah untuk kategori SD, SMP, dan SMA/umum.

Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Semarang agar Hari Literasi tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat secara nyata.

"Pesan Ibu Wali jelas, literasi tidak boleh berhenti di membaca dan menulis saja. Literasi harus mampu membentuk masyarakat yang 'literate', yaitu masyarakat yang memiliki pengetahuan dan pemahaman untuk bertindak dengan benar," katanya.

Kemampuan literasi, kata dia, harus di bangun sejak usia dini sehingga melalui lomba menulis cerpen, anak-anak SD dan SMP di ajak mengenal lingkungannya lewat tema "Kampungku".

Sedangkan bagi siswa SMA hingga masyarakat umum, temanya adalah "Kota Semarang", dengan fokus pada kemampuan menganalisis dan berkarya berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

"Anak SD-SMP itu belajar mengenal lingkungan, sementara siswa SMA sudah bisa mengaitkan ide dengan potensi nyata, misalnya yang ada di kotanya," katanya.

Bambang mencontohkan ada yang menulis soal kopi, padahal Kota Semarang bukan daerah penghasil kopi, tetapi bisa dikembangkan secara kreatif dengan banyaknya kafe dan barista.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Semarang juga memberikan penghargaan dengan total nilai Rp194 juta bagi para pemenang dari tiga kategori tersebut.

Kegiatan itu mulai menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia dan sejumlah lembaga pendidikan yang diharapkan membuat kegiatan literasi di Semarang berkelanjutan tanpa bergantung penuh pada dana APBD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.