Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rubio Sebut Sanksi Baru Bisa Diberlakukan ke Russia Jika Tak Serius Berunding

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Rubio Sebut Sanksi Baru Bisa Diberlakukan ke Russia Jika Tak Serius Berunding Doc: istimewa
Ket. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio.

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, pada Selasa (20/5), mengatakan Gedung Putih menunggu langkah konkret Russia terkait perundingan damai dengan Ukraina. Jika Moskow tidak menunjukkan minat serius untuk berunding, sanksi baru dapat saja diberlakukan.

“Kami mendapat informasi bahwa Russia akan merumuskan syarat-syarat yang mereka anggap perlu untuk mencapai gencatan senjata, yang nantinya bisa membuka jalan bagi perundingan lebih luas,” kata Rubio di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.

“Kami masih menunggu syarat-syarat tersebut, dan baru setelah itu, saya bisa memahami perhitungan Presiden Putin dengan lebih jelas,” kata Rubio seperti dikutip dari Antara.

Ketika ditanya soal kemungkinan sanksi tambahan, Rubio menjawab, jika secara jelas Russia tidak tertarik pada kesepakatan damai dan hanya ingin melanjutkan perang, sanksi baru sangat mungkin diberlakukan.

Pemerintah AS telah memperingatkan Moskow mengenai konsekuensi jika tidak ada kemajuan dalam proses perdamaian. Meski begitu, Rubio menekankan bahwa Presiden Donald Trump saat ini masih menghindari langkah-langkah yang bersifat mengancam.

“Presiden yakin bahwa jika mulai mengancam dengan sanksi, Russia bisa saja menghentikan pembicaraan,” katanya.

Mau Berdamai

Presiden AS, Donald Trump, papar Rubio, sangat berkomitmen untuk mengakhiri perang dan ingin mempertahankan peluang guna memengaruhi kedua pihak agar mau berdamai selama mungkin.

Pada Jumat lalu, kota metropolitan Istanbul menjadi tuan rumah perundingan damai tingkat tinggi antara Russia dan Ukraina yang difasilitasi oleh Turki.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat untuk saling menukar 1.000 tawanan perang dan melanjutkan perundingan gencatan senjata.

Sementara itu, pada Senin, Trump menyatakan bahwa panggilan teleponnya dengan Presiden Russia Vladimir Putin “berjalan sangat baik.”

Ia juga mengungkapkan bahwa Moskow dan Kyiv segera memulai pembicaraan langsung mengenai kesepakatan gencatan senjata.

Pakar Bidang Ilmu Politik dan Keamanan Internasional, Universitas Airlangga, Gede Wahyu Wicaksana, mengatakan carut marut konflik bersenjata Ukraina dengan Russia, telah menempatkan Kyiv dalam posisi dilematis setelah menolak usulan AS memberikan wilayah Krimea pada Russia.

“Ukraina kembali mendapat serangan rudal dari Russia beberapa jam Presiden Donald Trump, mengkritik Ukraina yang menolak pendudukan Russia di Krimea. Dimensi konflik antara Russia dan Ukraina sangatlah kompleks,” kata Wahyu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.