Bendungan Rukoh dan Keureuto Aceh Mampu Aliri 26.889 Hektare Sawah
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 03:25 WIB | Oleh: AlfredBANDA ACEH - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menyatakan dua bendungan raksasa yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto, yakni Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto, mampu melayani jaringan irigasi seluas 26.889 hektare lahan pertanian di wilayah setempat, Selasa (14/7).
Panjang jaringan irigasi tersebut, menurut Sekretaris Daerah Aceh M Nasir, dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa (14/7), mencapai 83,33 kilometer.
Sebelumnya, pada Jumat (10/7), Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Keureuto Kabupaten Aceh Utara dan Bendungan Rukoh Kabupaten Pidie bersamaan dengan tiga bendungan lainnya di provinsi lain, yakni Bendungan Meninting NTB, Bendungan Jlantah Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
Adapun 26,889 hektare luasan layanan dan panjang 83,33 kilometer jaringan irigasi tersebut terbagi dari Bendungan Keureuto 14.695 hektare dengan panjang jaringan irigasi 75,94 km, sedangkan Rukoh seluas 12,194 hektare, dan panjang jaringannya 7,39 km.
Ia menyebutkan, Bendungan Keureuto yang berlokasi di Kabupaten Aceh Utara memiliki kapasitas tampungan 215 juta meter kubik air. Penyediaan air baku 650 liter per detik, pengendalian banjir 627 hektare.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan memiliki potensi pembangkit Listrik PLTA 6,34 MW dan potensi PLTS terapung 179 MW sebagai energi baru terbarukan.
"Sedangkan bendungan Rukoh di Pidie, kapasitas tampungnya mencapai 128 juta meter kubik air, menyediakan air baku 900 liter per detik untuk 20 kecamatan, mengendalikan banjir 51 hektar, dan potensi pengembangan PLTMH 1,22 MW dan PLTS 137 MW," ujar dia.
M Nasir menjelaskan, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara dibangun sejak 2015 dengan nilai kontrak Rp2,961 triliun, sedangkan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie sejak 2018 dengan kontrak Rp2,4 triliun.
Ia menyampaikan, penyelesaian bendungan Keureuto dan Rukoh sebagai proyek strategis nasional (PSN) ini menjadi pondasi penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan energi, dan pengendalian air di Aceh.
"Optimalisasi kedua bendungan tersebut dapat mendukung program swasembada pangan nasional melalui indeks pertanaman," kata M Nasir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!