Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Lima Gunung Hadirkan Tari Ujungan yang Amat Memukau

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 02:00 WIB | Oleh:
Festival Lima Gunung Hadirkan Tari Ujungan yang Amat Memukau Doc: ist
Ket. seni tari

BEKASI – Warga Bekasi tumpah ruah menyaksikan Festival Lima Gunung yang menampilkan seni pertunjukan tradisional tari Ujungan asal Kabupaten Bekasi. Tari ini memukau para penonton. Ajang Festival Lima Gunung XXV berlangsung di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, akhir pekan lau.

"Kekompakan gerak, kekuatan ekspresi serta packaging yang memadukan unsur tradisi dengan kreativitas mendapat sambutan hangat dari para penonton," kata Penata Tari Ujungan Bekasi Eyang Anjar Purwani di Cikarang, Senin.

Ia mengatakan tarian berdurasi empat menit 50 detik tersebut menjadi momentum bersejarah karena baru perdana ditampilkan di ajang festival budaya ternama berskala nasional sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan pada Jumat, (3/7/2026).

Menurut dia kesuksesan 10 penari Ujungan saat tampil di hadapan ratusan seniman maupun pegiat budaya dari berbagai daerah itu tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan sejak sebulan sebelum pentas.

Eyang Anjar menyebut, selain sukses saat pementasan, keikutsertaan tari khas Kabupaten Bekasi dalam Festival Lima Gunung menjadi langkah penting untuk memperkenalkan ujungan kepada masyarakat secara lebih luas.

"Tujuan utama kami adalah memperkenalkan Tari Ujungan ke tingkat nasional agar semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Penampilan Ujungan merupakan hasil kolaborasi dengan Babah Rais dari Padepokan Pencak Silat Ki Sayan sebagai sumber gerak Ujungan Bekasi, Ketua Padepokan Seni dan Budaya Bekasi Drahim Sada, Sanggar Seni Betawi Margasari Kacrit selaku penata musik serta Dewan Kebudayaan Daerah.

Festival Lima Gunung XXV sendiri digelar sebagai peringatan 25 tahun festival budaya yang diinisiasi Komunitas Lima Gunung (KLG). Berbeda dengan banyak festival lain, kegiatan ini konsisten diselenggarakan secara swadaya tanpa bergantung pada sponsor maupun bantuan pemerintah.

Festival Lima Gunung merupakan agenda tahunan yang digelar gabungan komunitas seniman dan petani dari kawasan Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing dan Menoreh.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, festival ini menghadirkan 85 kelompok seni dengan total 1.274 seniman yang menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari tari tradisional, musik, pembacaan puisi, kirab budaya hingga kolaborasi seni lintas disiplin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

PSIM Kembali Jeblok, Keok di Tangan PSM di Kandang Sendiri

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Kembali Jeblok, Keok d...
Daerah
Perkuat Stok BBM di Bali, P...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.