Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Destinasi Wisata, Danantara Ingin Bali Naik Kelas Jadi Hub Finansial Dunia

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Destinasi Wisata, Danantara Ingin Bali Naik Kelas Jadi Hub Finansial Dunia Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

JAKARTA – Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan regional.

Namun, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur finansial, melainkan juga pada kepastian regulasi, transparansi tata kelola, penguatan pasar modal, serta kemampuan menarik investor global.

PFII harus mampu menciptakan ekosistem keuangan yang kompetitif agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar, tetapi juga menjadi pusat aktivitas finansial di kawasan.

Danantara menyatakan siap mendukung wilayah Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), sehingga mampu memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan global.

"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia," kata COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria di Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut dia, saat ini, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai benchmark, karena berhasil menjadikan Dubai sebagai salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia.

DIFC, lanjut dia, menawarkan berbagai keunggulan, antara lain insentif pajak korporasi hingga 0 persen selama 40 tahun, menjadi pusat aktivitas lebih dari 50.000 profesional, serta dikenal sebagai "Wall Street of MEASA" atau Middle East, Africa, and South Asia.

Dengan mengadopsi praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu menarik investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, pada Selasa (14/7/2026), Dony memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara untuk membahas kesiapan pengembangan PFII.

Pembahasan difokuskan pada strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung PFII.

"Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah optimistis PFII di Bali akan menjadi magnet investasi internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.