Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perampingan BUMN Harus Ciptakan Nilai Tambah

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Perampingan BUMN Harus Ciptakan Nilai Tambah Doc: istimewa
Ket. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

JAKARTA – Restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara tepat dapat memperbaiki kinerja operasional, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat kontribusi perseroan terhadap penerimaan negara dan pembangunan ekonomi. Karena itu, streamlining atau perampingan BUMN perlu diiringi tata kelola yang baik, sinergi antarbisnis, dan fokus pada sektor-sektor strategis agar mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengingatkan keberhasilan agenda perampingan BUMN sangat bergantung pada kemampuan menciptakan nilai tambah (value creation), baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi negara. Oleh sebab itu, menurutnya, keberhasilan konsolidasi tidak dapat diukur hanya dari efisiensi jangka pendek.

“Aspek paling krusial adalah memastikan proses penggabungan perusahaan-perusahaan sejenis mampu menciptakan nilai tambah,” ujar Toto, sebagaimana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (13/7).

Toto mencontohkan sejumlah kasus konsolidasi pada masa lalu justru yang menghasilkan penurunan nilai perusahaan atau value destroying karena proses integrasi pasca-merger tidak berjalan optimal. Untuk itu, tahapan persiapan seperti due diligence, pembentukan project management office (PMO), hingga pelaksanaan post-merger integration harus dilakukan secara komprehensif.

Secara umum, Toto menilai rencana dari Danantara Indonesia untuk melakukan perampingan jumlah BUMN dan entitas turunannya dari sekitar 1.077 menjadi sekitar 300 perusahaan sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing korporasi negara. Dia meyakini agenda streamlining BUMN ini merupakan upaya yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan negara.

“Kalau sekarang Presiden menyampaikan dari sekitar seribuan akan dibuat menjadi hanya sekitar 300, tentu konteksnya adalah dalam upaya bagaimana supaya daya saing dari BUMN itu bisa diperkuat,” kata Toto.

Perhitungan Cermat

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyampaikan pihaknya saat ini sedang melakukan perampingan jumlah entitas BUMN dari 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200-300 perusahaan yang ditargetkan rampung pada 2026. Menurut Dony, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar transformasi BUMN tidak merugikan para pekerja.

Dia menjelaskan perampingan dilakukan untuk mengatasi tingginya jumlah perusahaan yang tidak efisien dan mengalami kerugian. Dari total 1.077 perusahaan yang ada saat ini, sekitar 52 persen tercatat merugi dengan akumulasi kerugian mencapai 20 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.