Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pencarian Korban Kecelakaan Tambang Timah di Sungailiat

📅 Senin, 02 Feb 2026, 22:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pencarian Korban Kecelakaan Tambang Timah di Sungailiat Doc: Antara

Sungailiat - Tim gabungan Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun tanah longsor tambang bijih timah di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Desa Pemali Bangka.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangka, Rusmansyah di Sungailiat, Senin malam mengatakan, sampai malam ini tim gabungan masih melakukan pencarian korban kecelakaan tambang bijih timah di lokasi kejadian.

Tim gabungan yang dilibatkan mencari korban yakni personel dari Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka, relawan Laskar Sekaban, PT Timah dan pihak lain.

Berdasarkan data laporan sementara dari tempat kejadian kata dia, terdata sebanyak 11 orang pekerja, empat orang pekerja diketahui selamat, tiga orang meninggal dunia dan sudah dievakuasi serta empat pekerja yang lain masih dalam pencarian.

Menurut salah satu keterangan dari pekerja tambang itu, Mani mengatakan, kejadian kecelakaan tambang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di saat pekerja sedang melakukan aktivitas.

"Tanah di lokasi tambang longsor dengan mengeluarkan suara yang cukup keras," katanya.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah, Anggi mengakui meskipun aktivitas penambangan bijih timah yang memakan korban tersebut di atas IUP PT Timah, namun kegiatan penambangan tidak memiliki izin resmi.

"Pemilik tambang tidak mengantongi izin resmi melakukan aktivitas penambangan bijih timah di area IUP PT Timah," kata dia.

Dia mengatakan, pihak perusahaan membantu proses pencarian korban dengan harapan semua korban yang masih tertimbun tanah dapat segera ditemukan.

Proses pencarian menggunakan alat berat seperti eksavator dan alat pendukung lain untuk mempercepat proses pencarian. Korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dan selanjutnya diserahkan ke keluarga korban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
    Mending naikin tarif sekalian, minimal tarif ojol 15-20 ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Megapolitan
Waduh! Judol Jadi Pemicu Ti...
Ekonomi
RAPBN dan Nota Keuangan tah...

Evakuasi kapal Mentawai Fast di Padang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Evakuasi kapal Mentawai Fas...

Prosesi Maria Assumpta Nusantara

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Prosesi Maria Assumpta Nusa...
Megapolitan
Gubernur Pramono Lepas Pese...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa

Update Gempa NTT, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 47 Jiwa

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.