Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sejumlah SD di Tulungagung Minim Murid Baru, Bahkan Ada yang Belum Dapat Murid

📅 Senin, 13 Jul 2026, 13:07 WIB | Oleh:
Sejumlah SD di Tulungagung Minim Murid Baru, Bahkan Ada yang Belum Dapat Murid Doc: antara foto
Ket. Murid SD di Tulungagung, Jatim.

TULUNGAGUNG - Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) minim peserta didik (murid) baru pada tahun ajaran 2026/2027, bahkan ada sekolah yang belum mendapatkan satu pun murid baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.

Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Rifka Zuyun Umadah di Tulungagung, Senin (13/7), mengungkapkan dari 634 lembaga SD yang mengikuti SPMB 2026, terdapat tiga sekolah yang belum mendapatkan siswa baru.

Ketiganya, yakni SD swasta Dlodo Kecamatan Kalidawir, SDN 4 Besuki, dan SDN 5 Bungur Kecamatan Karangrejo.

Selain itu, sejumlah sekolah hanya memperoleh satu hingga dua peserta didik baru, seperti SDN Sembon dengan satu siswa, serta SDN 2 Plandaan Kecamatan Kedungwaru dan SDN Pucung masing-masing mendapatkan dua siswa baru.

Kondisi tersebut menjadi gambaran tantangan sejumlah sekolah dasar dalam mempertahankan keberlangsungan layanan pendidikan di tengah menurunnya jumlah pendaftar.

"Itu masih data sementara, hasil rekapitulasi sekolah yang minim pendaftar kemungkinan selesai pada Selasa (14/7)," kata Zuyun.

Salah satu sekolah yang mengalami kondisi tersebut adalah SDN 2 Plandaan. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya mendapatkan dua siswa baru dari empat calon peserta didik yang sebelumnya telah didata.

Minimnya pendaftar di sekolah itu diduga salah satunya akibat munculnya anggapan di masyarakat bahwa SDN 2 Plandaan sudah tidak beroperasi. Padahal, sekolah tersebut masih aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN 2 Plandaan Siti Komariah mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk menjaring peserta didik baru, mulai mendatangi taman kanak-kanak hingga mendatangi rumah calon siswa di Desa Plandaan.

"Upaya itu sudah kami jalankan sejak tiga hingga empat bulan sebelum SPMB 2026, dengan tujuan agar sekolah kami mendapatkan siswa baru," ujarnya.

Saat ini, jumlah peserta didik SDN 2 Plandaan hanya 16 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Rinciannya, kelas I dua siswa, kelas II dua siswa, kelas III dua siswa, kelas IV empat siswa, kelas V tiga siswa, dan kelas VI tiga siswa.

Meski jumlah siswa terbatas, aktivitas pembelajaran di SDN 2 Plandaan tetap berjalan.

Pada hari pertama masuk sekolah dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dengan suasana sederhana, namun tetap penuh antusias.

Para guru tetap memberikan pendampingan agar siswa merasa nyaman mengikuti proses pembelajaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Sam Neill, Bintang Film "Ju...

Mulai Lagi Ancaman-ancaman Bom, Kali Ini untuk SDN 15  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mulai Lagi Ancaman-ancaman ...
100% Dalam 4 Menit , Tiongkok Kembangkan Baterai Natrium yang Diklaim Awet Bertahun-tahun

100% Dalam 4 Menit , Tiongkok Kembangkan Baterai Natrium yang Diklaim Awet Bertahun-tahun

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.