Meski Gagal ke Semifinal, Swiss Tinggalkan Piala Dunia 2026 dengan Kepala Tegak
📅 Senin, 13 Jul 2026, 00:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNYON – Langkah tim nasional Swiss di Piala Dunia FIFA 2026 memang terhenti di babak perempat final. Namun, kekalahan 1-3 dari Argentina tidak mengurangi kebanggaan para suporter yang tetap memberikan apresiasi atas perjuangan Granit Xhaka dan kawan-kawan.
Ratusan pendukung Swiss masih memadati jalan-jalan di Kota Nyon hingga Minggu (12/7) dini hari waktu setempat. Sambil mengibarkan bendera nasional, mereka memberikan penghormatan kepada tim yang sukses mencatatkan salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola Swiss.
Swiss sebenarnya menciptakan sejarah dengan menembus perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah pada 1954. Mereka hanya terpaut satu kemenangan dari pencapaian bersejarah berupa tiket ke semifinal.
Misi tersebut semakin berat setelah harus kehilangan pencetak gol terbanyak tim, Johan Manzambi, yang absen akibat cedera lutut. Situasi kian sulit ketika Breel Embolo menerima kartu merah kontroversial pada menit ke-72 saat skor masih imbang, membuat Swiss harus bermain dengan 10 pemain menghadapi juara bertahan.
Meski gagal melangkah lebih jauh, para pendukung tetap menganggap tim nasional mereka sebagai pemenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Di hati kami, Swiss tetap menjadi pemenang. Bermain dengan 10 orang melawan Argentina bukan hal yang mudah," ujar seorang suporter, Laura K., di Nyon.
Presiden Swiss Guy Parmelin turut menyampaikan apresiasinya melalui media sosial. Menurutnya, skuad asuhan Murat Yakin telah menyatukan dan menginspirasi seluruh rakyat Swiss sepanjang turnamen.
"Terlepas dari kekecewaan hari ini, yang paling saya ingat adalah perjalanan luar biasa tim ini. Mereka tampil sebagai tim yang solid dan berhasil membuat seluruh Swiss bangga," tulis Parmelin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Parmelin sempat menjadi sorotan ketika mengenakan topi merah bergaya MAGA bertuliskan "Switzerland: Great Since 1291", merujuk pada Piagam Federal pertama yang menjadi cikal bakal berdirinya Konfederasi Swiss. Topi tersebut dikenakannya saat menyaksikan laga babak 16 besar melawan Aljazair di Vancouver.
Dalam pertandingan di Kansas City, Argentina membuka keunggulan lebih dulu melalui Alexis Mac Allister.
Swiss kemudian membalas lewat Dan Ndoye pada menit ke-67 sehingga pertandingan berlanjut hingga babak tambahan.
Saat laga tampak akan ditentukan melalui adu penalti, Argentina justru mencetak dua gol pada masa perpanjangan waktu melalui Julian Alvarez dan Lautaro Martinez untuk memastikan kemenangan dramatis 3-1 sekaligus mengamankan tiket semifinal menghadapi Inggris.
Kekalahan tersebut tentu meninggalkan kekecewaan mendalam bagi sebagian pendukung.
"Menurut saya lebih baik tidak banyak bicara. Saya terlalu lelah," kata seorang suporter lainnya, Emma Bannerlin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!