Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panen 200-an Ton, Hasil Budidaya Udang Kebumen Tembus Pasar AS

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 20:37 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Panen 200-an Ton, Hasil Budidaya Udang Kebumen Tembus Pasar AS Doc: istimewa
Ket. Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Siti Hediati Soeharto (tengah) dalam kegiatan panen di Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah Sabtu (11/7)

JAKARTA- Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro mengapresiasi keberhasilan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah yang dinilai mampu mendukung program swasembada pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan panen di Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Sabtu (11/7).

Menurut Darori, kawasan budidaya udang tersebut telah menunjukkan produktivitas yang tinggi dengan hasil panen yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor hingga Amerika Serikat. Selain itu, keberadaan kawasan budidaya tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dari desa-desa di sekitar lokasi.

"Ini adalah salah satu produksi yang luar biasa untuk mendukung swasembada pangan. Hasilnya juga selain di ekspor juga bisa dimanfaatkan di masyarakat sekitar. Ini yang menarik lagi bahwa yang bekerja di sini adalah masyarakat sekitar," ujarnya kepada Parlementaria.

Darori menjelaskan, pembangunan BUBK Kebumen sejak awal mendapat dukungan dari Komisi IV DPR RI. Ia mengungkapkan, saat awal pengembangan masih terdapat sejumlah keraguan. Namun, setelah Komisi IV DPR RI melakukan peninjauan langsung ke lokasi, kawasan tersebut dinilai layak sehingga pembangunan dapat dilanjutkan.

Menurutnya, keberhasilan BUBK Kebumen menjadi bukti bahwa kawasan budidaya udang modern mampu meningkatkan produksi sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Ia berharap kawasan BUBK Kebumen terus dijaga dan dikembangkan sebagai aset negara yang memiliki nilai strategis bagi sektor perikanan nasional. 

"Kalau ada kurang-kurangnya kita komunikasikan, kita bicarakan. Baik dengan pemerintah daerah, dengan provinsi dan pusat. Kan ini ada aset pusat yang perlu dijaga," tegasnya.

Melalui pengembangan Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Darori berharap produksi perikanan budidaya nasional terus meningkat, mampu memperkuat swasembada pangan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. 

Senada, dari tempat yang sama Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Siti Hediati Soeharto, mengapresiasi keberhasilan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen dalam mengoptimalkan lahan pesisir menjadi kawasan produksi udang produktif, berkelanjutan dan berorientasi ekspor. Pada siklus ke-8, kawasan yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 254,5 ton udang.

“Hasilnya luar biasa. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini digunakan untuk menghasilkan udang berkualitas ekspor. Kami berharap model seperti BUBK Kebumen dapat direplikasi di daerah lain sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah,” ujar Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto di BUBK Kebumen.

Menurut Titiek, BUBK Kebumen tidak hanya berfungsi sebagai kawasan produksi, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan budi daya udang dengan teknologi serta tata kelola yang baik.

"Semakin banyak daerah yang memiliki kawasan seperti ini, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, menjelaskan bahwa BUBK Kebumen dikembangkan sebagai model pengelolaan tambak udang berbasis kawasan yang menerapkan Cara Budi Daya Ikan yang Baik (CBIB). Penerapannya mencakup aspek teknis produksi, pengelolaan lingkungan, keamanan pangan, biosekuriti, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar.

BUBK Kebumen berdiri di atas lahan seluas 100 hektare, dengan area terbangun mencapai 65 hektare dan luas kolam efektif 24 hektare. Kawasan tersebut dilengkapi 139 petak produksi, 50 petak tandon, serta 17 petak Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

“BUBK Kebumen membuktikan bahwa peningkatan produksi dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Sistem intake, tandon, saluran masuk dan keluar air yang terpisah, serta IPAL menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas air dan keberlanjutan produksi,” ujar Tebe.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tampilkan Ekosistem Hunian Terintegrasi

57 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tampilkan Ekosistem ...
Megapolitan
Menag Tegaskan Tak Boleh Ad...
Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

Kemenhub Targetkan Bandara Husein Layani Pesawat Jet Mulai 17 Agustus

12 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.