Alibaba Siapkan Fase Baru Pengembangan AI Lewat Model Terbaru dan Ekspansi Cloud
📅 Minggu, 12 Jul 2026, 21:52 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Alibaba mengumumkan sejumlah perkembangan strategi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sepanjang paruh pertama 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis dan mempercepat adopsi teknologi AI di berbagai sektor.
Perusahaan menyatakan telah melakukan penyelarasan organisasi, menghadirkan model AI terbaru, serta memperluas infrastruktur cloud global guna mendukung kebutuhan pelanggan yang semakin banyak beralih dari tahap uji coba menuju implementasi AI dalam skala besar.
“Saat ini, Alibaba Cloud mengoperasikan 105 availability zone di 32 wilayah di dunia untuk menyediakan layanan cloud dan AI yang diklaim aman, andal, serta mampu berkembang sesuai kebutuhan pengguna,” tulis Alibaba melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (8/7).
Alibaba menyebut kapabilitasnya yang mencakup pengembangan chip, infrastruktur cloud, model fondasi (foundation model), hingga aplikasi berbasis AI menjadi modal penting dalam menghadapi fase berikutnya dari perkembangan teknologi AI.
Bentuk Alibaba Token Hub
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu langkah strategis yang dilakukan perusahaan adalah pembentukan Alibaba Token Hub (ATH) Business Group pada Maret 2026 di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer Alibaba, Eddie Wu.
Unit bisnis baru tersebut mengintegrasikan sejumlah divisi AI, termasuk Tongyi Laboratory, layanan Model-as-a-Service (MaaS), Qwen Business Unit, Wukong Business Unit, dan AI Innovation Business Unit.
Alibaba menyebut pembentukan ATH bertujuan menyatukan pengembangan, distribusi, dan implementasi token AI di seluruh ekosistem perusahaan sehingga inovasi dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hadirkan Model AI Baru
Sepanjang semester pertama 2026, Alibaba juga memperkenalkan sejumlah model AI terbaru. Pada Mei 2026, perusahaan meluncurkan Qwen3.7-Max, large language model (LLM) generasi terbaru yang dirancang untuk mendukung kemampuan penalaran kompleks, pemrograman berbasis agen (agentic coding), serta penyelesaian tugas jangka panjang.
Menurut Alibaba, hasil evaluasi Artificial Analysis menunjukkan model tersebut mampu bersaing dengan sejumlah model AI terkemuka dari Tiongkok maupun tingkat global.
Selanjutnya, pada Juni 2026, Alibaba memperkenalkan HappyHorse 1.1, model AI pembuat video yang diklaim menghadirkan peningkatan kualitas visual, realisme gerakan, dan konsistensi hasil. Model ini ditujukan untuk kebutuhan produksi konten video pendek, periklanan, pemasaran, hingga industri gim.
Pada periode yang sama, Alibaba juga meluncurkan HappyOyster 1.0, sebuah interactive world model yang memungkinkan interaksi lingkungan virtual lebih dinamis, kontrol yang lebih luas, serta alur cerita yang dapat diputar ulang. Teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung produksi film interaktif maupun pengembangan gim.
Perluas Ekosistem Qwen
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!