Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pola Tulisan Tangan Ternyata Berpotensi Jadi Indikasi Awal Gangguan Kognitif pada Lansia

📅 Kamis, 21 Mei 2026, 20:48 WIB | Oleh:
Pola Tulisan Tangan Ternyata Berpotensi Jadi Indikasi Awal Gangguan Kognitif pada Lansia Doc: ANTARA/Pexels-Polina Kovaleva
Ket. Ilustrasi seseorang menulis di buku agenda.

JAKARTA - Penelitian terbaru menunjukkan kecepatan dan pola tulisan tangan berpotensi menjadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.

Dilansir dari laman Neuroscience News pada Rabu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience “Frontiers in Human Neuroscience” itu dilakukan oleh tim peneliti dari Portugal yang meneliti hubungan antara karakteristik tulisan tangan dan gangguan kognitif.

Peneliti utama Dr. Ana Rita Matias dari University of Évora menjelaskan menulis bukan sekadar aktivitas motorik, tetapi juga melibatkan proses otak yang kompleks.

Menurut dia, aktivitas menulis membutuhkan koordinasi gerak halus sekaligus kemampuan memilih, mengatur, dan memproses informasi sensorik sehingga dapat mencerminkan kondisi fungsi otak seseorang.

Dalam penelitian tersebut, tim melibatkan 58 lansia berusia 62 hingga 92 tahun yang tinggal di panti perawatan. Sebanyak 38 peserta di antaranya telah didiagnosis mengalami gangguan kognitif.

Peserta diminta menjalani beberapa tugas menggunakan pena digital dan tablet khusus, mulai dari menggambar garis dan titik hingga menulis kalimat berdasarkan dikte.

Hasil penelitian menunjukkan tugas sederhana seperti menggambar garis atau titik tidak mampu membedakan kondisi kognitif peserta.

Namun, perbedaan mulai terlihat saat peserta menjalani tugas menulis berdasarkan dikte yang dinilai lebih kompleks secara mental.

Matias menjelaskan tugas dikte membuat otak bekerja melakukan banyak proses sekaligus, mulai dari mendengar, memahami bahasa, menyimpan informasi dalam memori kerja, mengubah suara menjadi tulisan, hingga mengoordinasikan gerakan tangan.

Pada kelompok dengan gangguan kognitif, peneliti menemukan pola tulisan yang lebih lambat, terfragmentasi, dan kurang terkoordinasi dibanding peserta tanpa gangguan kognitif.

Beberapa indikator yang dianggap signifikan antara lain waktu mulai menulis, jumlah goresan pena, ukuran vertikal tulisan, hingga durasi menulis.

Peneliti menilai perubahan tersebut berkaitan dengan penurunan fungsi memori kerja dan kontrol eksekutif di otak.

Tim peneliti menyebut metode ini berpotensi menjadi alat pemantauan penurunan kognitif yang praktis karena hanya membutuhkan tugas menulis sederhana serta perangkat digital berbiaya relatif rendah.

Metode tersebut dinilai dapat diterapkan di fasilitas kesehatan atau pemeriksaan rutin karena bersifat non-invasif dan mudah digunakan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT Pertamina: Stok BBM di P...
Nasional
Pembangunan 370 Gerai Koper...
Megapolitan
Pramono Minta Seluruh Wali ...

Sleman Darurat, Bupati Keluarkan Maklumat

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sleman Darurat, Bupati Kelu...
Nasional
Percepat Pemberantasan Kust...

Adakah Warga Jakarta yang Mau Tinggal di Rusun?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Adakah Warga Jakarta yang M...
Event Akhir Pekan Jakarta 11-12 Juli 2026: Ada Musikal hingga Summer Escape Dufan

Event Akhir Pekan Jakarta 11-12 Juli 2026: Ada Musikal hingga Summer Escape Dufan

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.