Blora Siap Operasikan Bus Sekolah, Keselamatan Pelajar Jadi Prioritas
📅 Minggu, 12 Jul 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim PenulisBLORA – Pengoperasian bus sekolah menjadi solusi strategis untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
Kehadiran layanan transportasi yang aman, terjangkau, dan tepat waktu dapat mendorong penggunaan angkutan umum sejak dini, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Agar manfaatnya optimal, layanan bus sekolah perlu didukung dengan rute yang sesuai kebutuhan, armada yang memadai, serta integrasi dengan sistem transportasi daerah sehingga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, segera mengoperasikan bus sekolah bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima Pemkab Blora pada akhir 2025, dengan rute pelayanan Jalan Kunduran-Blora.
"Setelah proses administrasi dan anggaran operasional beres, pengoperasiannya segera dilaksanakan. Saat ini hanya menunggu pengesahan anggaran pada APBD Perubahan 2026," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora Sunyoto, di Blora, Minggu (12/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengungkapkan karena bus tersebut bantuan dari pemerintah pusat, maka ada mekanisme biaya balik nama dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp50 juta.
Penganggarannya, kata dia lagi, menunggu APBD Perubahan 2026, sehingga setelah beres bus bisa dioperasikan dengan rute pelayanan Jalan Kunduran-Blora.
Awalnya, kata dia pula, Pemkab Blora mengusulkan empat unit bus sekolah kepada Kemenhub. Namun, pemerintah pusat menyetujui satu unit untuk dikelola dan dioperasikan oleh pemerintah daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk anggaran operasionalnya sebesar Rp200 juta, digunakan untuk biaya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan pengemudi," ujarnya.
Pada tahap awal, bus sekolah tersebut akan melayani rute Kunduran-Blora. Penentuan rute itu didasarkan pada hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora yang menunjukkan permintaan layanan transportasi pelajar tertinggi berada pada jalur tersebut.
Selain rute Jalan Blora-Kunduran, kata dia, permintaan cukup tinggi juga di Jalur Blora-Cepu. Sementara untuk rute Blora-Rembang, saat ini masih cukup banyak moda transportasi yang beroperasi, baik armada angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan pedesaan.
"Ke depan kami juga akan berupaya memperluas layanan, sehingga bisa menjangkau wilayah lain dan masyarakat bisa menikmati layanan bus sekolah secara gratis," ujarnya.
Bus sekolah dengan kapasitas 25 penumpang tersebut nantinya dapat digunakan secara gratis oleh para pelajar. Sehingga bisa membantu pelajar mendapatkan sarana transportasi yang aman dan nyaman untuk pergi dan pulang sekolah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!