Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Andai Layanan PBI Dihentikan, Anak Gagal Ginjal Sejak SD Itu Tak bakal Bisa Cuci Darah, Lalu....Entah Apa yang Terjadi

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 11:36 WIB | Oleh:
Andai Layanan PBI Dihentikan, Anak Gagal Ginjal Sejak SD Itu Tak bakal Bisa Cuci Darah, Lalu....Entah Apa yang Terjadi Doc: ist
Ket. cuci darah

JAKARTA – Rasa syukur tak henti-henti dari batin seorang ibu yang anaknya gagal ginjal sejak SD, karena layanan PBI tetap berjalan. Di balik ruang hemodialisis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, tersimpan kisah keteguhan seorang ibu bernama Siti Hariati (36), warga Bogor, Jawa Barat yang setia mendampingi putranya menjalani cuci darah dua kali sepekan.

Anak semata wayangnya yang kini berusia 15 tahun itu telah berjuang melawan penyakit ginjal sejak duduk di bangku kelas 6 SD, tepatnya di usia 11 tahun. Awalnya, kondisi sang anak kerap dianggap biasa karena sejak kecil memang sering mengalami batuk, pilek, dan demam.

"Dari umur 11 tahun, cuma memang dari kecil dia sudah sakit-sakitan. Kayak batuk, pilek, sama demam. Cuman enggak deteksi dari kecil mungkin ya, cuman berobat-berobat begitu saja," tutur Siti.

Titik balik terjadi saat anaknya berusia 11 tahun. Wajah dan matanya tampak membengkak, disertai kondisi tubuh yang pucat. Gejala itu menjadi awal terungkapnya penyakit ginjal yang diderita. "Nah, ketahuannya pas sudah 11 tahun itu bengkak-bengkak. Matanya bengkak, sama mukanya beda, kayak pucat ya," katanya. Siti segera membawa putranya ke rumah sakit.

Berbagai pemeriksaan dilakukan, mulai dari tes urine hingga tes darah. Hasilnya menunjukkan kadar albumin kerap turun sehingga harus dilakukan transfusi. "Diambil urine pertama ya. Terus diambil darahnya. Terus albuminnya sering turun. Jadi ditransfusi albumin," jelasnya.

Dokter mendiagnosis anaknya mengalami nefrotik sindrom atau kebocoran ginjal. Seiring waktu, kondisinya berkembang menjadi gagal ginjal sehingga mengharuskan sang anak menjalani hemodialisis secara rutin dua kali dalam sepekan.

Sudah dua tahun terakhir, Siti bolak-balik Bogor - Jakarta untuk memastikan anaknya mendapatkan terapi terbaik di RSCM.

Dalam sebulan, sedikitnya delapan kali prosedur cuci darah dijalani. Jika ditotal, jumlahnya sudah ratusan kali. "Di RSCM sudah dua tahun sih, enggak tahu berapa kalinya, karena banyak ya," ujarnya.

Di tengah keterbatasan ekonomi dengan suami yang bekerja sebagai tukang bangunan dan pihaknya sebagai ibu rumah tangga, Siti bersyukur biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.

Ia sempat mendengar kabar mengenai penonaktifan sejumlah peserta BPJS PBI, termasuk anaknya. Namun ternyata tidak. Saat digunakan, kartu BPJS anaknya tetap aktif sehingga pengobatan tidak terhambat.

"Iya, tahu sih. Cuma kayaknya pas saya menggunakan lagi, sudah aktif itu. Karena saya enggak cek karena saya tidak mengerti. Jadi saat menggunakan lagi sudah aktif," tuturnya. Dalam proses administrasi, ia mengakui pendaftaran daring kerap menjadi tantangan tersendiri.

"Kadang-kadang ada terkendala juga, kadang-kadang juga tidak ya. Kadang-kadang, yang susah sih buat (pendaftaran) online," jelasnya. Meski demikian, secara umum ia menilai prosedur rujukan dan pelayanan medis berjalan baik.

Selama dua tahun mendampingi anaknya di RSCM, ia merasa terbantu dengan sistem dan tenaga medis yang menangani.

Bagi Siti, BPJS PBI bukan sekadar kartu jaminan kesehatan, melainkan penopang harapan bagi keluarganya. Tanpa bantuan tersebut, biaya rutin cuci darah tentu menjadi beban yang sangat berat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.