Wimbledon 2026: Arthur Fery Kejar Final Impian di Hari Ulang Tahun, Djokovic Tantang Sinner
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 08:50 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLONDON – Babak semifinal tunggal putra Wimbledon 2026, Jumat (10/7), menghadirkan dua cerita besar. Di satu sisi, Novak Djokovic kembali memburu sejarah dengan mengincar gelar Grand Slam ke-25. Di sisi lain, publik tuan rumah berharap kisah dongeng Arthur Fery terus berlanjut hingga partai final yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
Sorotan utama memang tertuju pada duel klasik antara Djokovic dan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner. Namun, perjalanan sensasional Fery sebagai penerima wildcard membuat semifinal Wimbledon kali ini memiliki daya tarik yang tak kalah besar.
Tak banyak yang mengenal Arthur Fery sebelum turnamen dimulai. Petenis berusia 23 tahun itu datang ke Wimbledon dengan peringkat 114 dunia dan hanya memiliki dua kemenangan di ajang Grand Slam sepanjang kariernya.
Dua pekan kemudian, situasinya berubah total. Lima kemenangan beruntun mengantarkannya menjadi sensasi terbesar Wimbledon tahun ini. Pada perempat final, Fery tampil luar biasa ketika menghancurkan unggulan kesembilan asal Italia, Flavio Cobolli, termasuk memenangkan set ketiga dengan skor telak 6-0.
Lahir di Prancis tetapi membela Inggris, Fery tumbuh hanya beberapa menit dari Centre Court. Kini, ia menjadi wajah baru tenis Inggris dan harapan publik tuan rumah untuk memiliki finalis Wimbledon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika mampu menyingkirkan juara Prancis Open Alexander Zverev, Fery akan tampil di final Grand Slam pertamanya tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-24, Minggu mendatang.
Ia juga berpeluang menjadi petenis wildcard kedua dalam sejarah yang mencapai final Wimbledon setelah Goran Ivanisevic, yang kemudian menjuarai turnamen pada 2001.
Meski demikian, situasi Fery berbeda. Ivanisevic sudah menjadi salah satu pemain elite dunia sebelum meraih gelar tersebut, sedangkan Fery datang nyaris tanpa sorotan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mantan petenis Australia Todd Woodbridge mengaku terkesan dengan permainan Fery.
"Anda berharap Arthur Fery tidak pernah terbangun dari mimpinya karena dia sedang memainkan tenis yang benar-benar luar biasa," ujar Woodbridge kepada BBC.
Di atas kertas, Alexander Zverev tetap lebih diunggulkan. Petenis Jerman itu akhirnya memecahkan penantian panjang dengan merebut gelar Grand Slam pertamanya di French Open setelah gagal dalam 40 percobaan sebelumnya.
Kini, Zverev berpeluang mencatatkan gelar Grand Slam beruntun.
Menariknya, sebelum tahun ini ia tidak pernah melewati babak keempat Wimbledon dalam sembilan penampilan sebelumnya. Namun, pada edisi 2026 ia hanya kehilangan dua set hingga semifinal.
Meski begitu, Zverev menyadari tantangan besar menantinya karena harus menghadapi Fery yang sedang tampil penuh percaya diri, ditambah dukungan penuh penonton Centre Court.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!