Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Indonesia Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas dan Ekspor

5 Kamis, 09 Jul 2026, 20:33 WIB | Oleh:

Perusahaan mencatat pengiklan di platform Meta memperoleh rata-rata Return on Ad Spend (ROAS) sebesar 3,10 kali. Sementara itu, bisnis yang menggunakan solusi berbasis AI seperti Advantage+ mengalami peningkatan ROAS rata-rata 22 persen, sehingga mampu menjangkau pelanggan yang lebih relevan.

Pemerintah Dorong Promosi Produk Lokal

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal S. Shofwan mengatakan penggunaan produk dalam negeri terus menunjukkan tren positif. Ia mengungkapkan bahwa selama penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025, transaksi produk lokal mencapai 46 persen atau sekitar Rp16,6 triliun dari total transaksi.

Menurutnya, momentum tersebut perlu didukung melalui penguatan strategi promosi digital, termasuk pemanfaatan media sosial. Iqbal menambahkan ekosistem Meta dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk lokal hingga rata-rata 40 persen.

Kementerian Perdagangan juga mengapresiasi kolaborasi Meta, UKMIndonesia.id, dan Evermos dalam mempercepat transformasi digital UMKM melalui pemanfaatan pemasaran berbasis AI. Pemerintah berharap jaringan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dapat membantu pelaku UMKM memperoleh informasi dan akses menuju pasar internasional.

Kisah Sukses UMKM Menembus Pasar Ekspor

Dalam peluncuran program tersebut, Meta juga menampilkan pengalaman Imago Raw Honey, UMKM asal Bogor yang berhasil memperluas pasar hingga ke luar negeri setelah memanfaatkan berbagai solusi bisnis Meta. Pendiri Imago Raw Honey Henry Hidayat mengatakan teknologi digital berperan penting dalam perjalanan bisnis perusahaannya.

Menurutnya, penggunaan Reels untuk membangun cerita produk, Meta Ads berbasis AI untuk menjangkau audiens yang tepat, serta WhatsApp Business untuk mempercepat layanan pelanggan berhasil meningkatkan kesadaran merek sekaligus membuka peluang penjualan ke sektor bisnis dan pasar ekspor.

Konten edukatif mengenai manfaat madu murni serta proses panen berkelanjutan yang dibagikan melalui media sosial juga membantu memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produknya.

Dorong UMKM Naik Kelas Lewat AI

Meta berharap pengalaman Imago Raw Honey dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak UMKM Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Sebagai bagian dari program, peserta Small Business Growth Academy juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan Kementerian Perdagangan untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus berbagi pengalaman memanfaatkan AI dalam pengembangan bisnis.

Melalui inisiatif ini, Meta bersama para mitranya ingin menunjukkan bahwa teknologi digital dan kecerdasan buatan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM Indonesia untuk bersaing di pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.