Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impact Based Forecast Diterapkan di Jabodetabek

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Impact Based Forecast Diterapkan di Jabodetabek Doc: ANTARA/HO-BMKG
Ket. Sekretaris Utama BMKG Guswanto didampingi Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani dan perwakilan kedeputian Kemenko PMK serta BNPB pada acara Impact Based Forecast (IBF) Expose 2026 di Jakarta, Selasa (7/7)

JAKARTA – Penerapan sistem peringatan dini cuaca berbasis dampak atau impact based forecast (IBF) pertama-tama akan dilakukan di Kawasan Jabodetabek. “Ini akan menjadi proyek ercontohan. Peluncurannya akan menjadi momentum penting dalam mentransformasi sistem informasi cuaca nasional,” tandas Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi wilayah proyek percontohan untuk tahap pertama. Untuk mencari masukan, maka dilakasanakan IBF Expose 2026. Tujuannya untuk memperoleh masukan teknis guna menyempurnakan metodologi kuantifikasi potensi dampak cuaca sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek percontohan IBF di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Faisal menjelaskan bahwa transformasi melalui pendekatan IBF ini dilakukan karena perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi serta intensitas kejadian cuaca ekstrem secara nyata. Melalui sistem baru ini, informasi peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG tidak lagi sekadar menyampaikan potensi bahaya cuaca, tetapi juga menjabarkan potensi risiko yang akan dihadapi masyarakat.

Bahkan, lanjutnya, penguatan implementasi IBF telah menjadi perhatian pemerintah sejak akhir tahun lalu. Kemudian, dibahas secara serius, khususnya setelah terjadinya Siklon Senyar yang memperparah dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara.

“Dalam Sidang Kabinet Paripurna pascaterjadinya Siklon Senyar 15 Desember 2025, BMKG mengusulkan pentingnya pengembangan sistem peringatan dini berbasis dampak sebagai bagian dari upaya memperkuat ketangguhan nasional dalam menghadapi bencana hidrometeorologi,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.