Menakar Relevansi Gaya Kepemimpinan Ali Sadikin di Era Kota Global
📅 Rabu, 08 Jul 2026, 12:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7). Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977 yang dinilai berhasil meletakkan fondasi penting pembangunan ibu kota, khususnya di bidang seni, budaya, dan ruang publik.
Dalam kesempatan itu, Pramono mengatakan satu abad kelahiran Ali Sadikin menjadi momentum untuk mengenang kembali kepemimpinan yang menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan kota. Menurutnya, berbagai warisan yang ditinggalkan Ali Sadikin masih memberikan manfaat besar bagi masyarakat hingga saat ini.
Salah satu warisan yang paling dirasakan adalah keberadaan Taman Ismail Marzuki yang hingga kini tetap menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan kreativitas di Jakarta. Kawasan tersebut dinilai berhasil menjadi ruang bertemunya para seniman, budayawan, akademisi, hingga masyarakat umum dalam mengembangkan berbagai karya.
"Bagi saya pribadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi warisan terbesar Bang Ali, tetapi juga keberanian beliau membangun ekosistem seni dan budaya. Siapa pun gubernur Jakarta tidak mungkin tidak melanjutkan apa yang telah diwariskan Bang Ali," ujar Pramono.
Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur modern, tetapi juga harus tetap berpijak pada sejarah dan kebudayaan yang menjadi identitas kota. Karena itu, nilai-nilai yang diwariskan Ali Sadikin perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami perjalanan pembangunan Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono menegaskan semangat tersebut juga menjadi bagian dari arah pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini. Selain memperkuat transportasi publik terintegrasi dan mengembangkan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), pemerintah juga terus melakukan penataan kawasan Pasar Baru serta Kota Tua sebagai bagian dari pelestarian sejarah kota.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat berbagai program pelestarian budaya Betawi. Langkah tersebut diwujudkan melalui revitalisasi Setu Babakan, penguatan unsur budaya Betawi dalam berbagai kegiatan pemerintahan, hingga dukungan terhadap berbagai aktivitas seni dan budaya di ibu kota.
"Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, kita ingin membangun Jakarta sebagai kota global yang modern, tetapi tetap berkarakter, menghargai sejarah, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sekaligus kekuatan kota," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga serta mewariskan semangat kepemimpinan Ali Sadikin kepada generasi muda. Ia menilai keberanian dalam mengambil keputusan, kemampuan berpikir jangka panjang, dan komitmen membangun demi kepentingan masyarakat merupakan nilai yang masih relevan bagi pembangunan Jakarta saat ini.
"Semangat Bang Ali bukan hanya tentang apa yang telah dibangun, tetapi juga keberanian mengambil keputusan demi kemajuan kota. Nilai kepemimpinan seperti keberanian berinovasi, berpikir jangka panjang, dan membangun untuk kepentingan masyarakat harus terus menjadi inspirasi bagi kita semua," tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan seni dan budaya, Pramono bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga telah menghidupkan kembali sejumlah fasilitas budaya di kawasan Taman Ismail Marzuki sejak awal masa jabatan mereka. Upaya tersebut meliputi pengoperasian kembali Planetarium, perpanjangan jam operasional perpustakaan hingga malam hari, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai komunitas seni dan budaya.
Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Acara tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012 Fauzi Bowo, keluarga besar Ali Sadikin, seniman, budayawan, akademisi, serta berbagai komunitas kebudayaan yang bersama-sama mengenang kontribusi besar Bang Ali bagi perkembangan Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!